Konflik Tapal Batas Desa, Pihak Kecamatan Terkesan Tutup Mata

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,– Kisruh tapal batas antara Desa Seri Dalam dengan Desa Tanjung Temiang Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir, hingga saat ini belum ada penyelesaian, pasalnya kedua pihak yang bertikai tetap kukuh dengan klaimnya masing – masing, sementara pihak Pemerintah Kecamatan Tanjung Raja pun seolah tutup mata

Seperti dikabarkan sebelumnya, permasalahan tapal batas antara Desa seri Dalam dengan Desa Tanjung Temiang mulai mencuat dari adanya tambang pasir di wilayah tapal batas tersebut yang dikelola oleh Pemerintah Desa Seri Dalam, namun keberadaan tambang pasir tersebut ditolak Pemerintah Desa Tanjung Temiang karena dianggap beroperasi tanpa izin di wilayah Desa Tanjung Temiang dan melaporkan hal ini kepada pihak terkait .karena sangat merugikan pihak warga Desa Tanjung Temiang.

Menurut Sekdes Tanjung Temiang Martadinata, berdasarkan surat sertifikat tanah atas nama yang dikeluarkan dari pihak Pemdes Tanjung Temiang, dengan adanya pertambangan tersebut wilayahnya telah dicaplok pihak Desa Seridalam. Ia Berharap pihak Pemerintah Kecamatan Tanjung Raja dan Pemda OI bisa menyelesaikan perselisihan batas wilayah terebut.

“Desa Seridalam dan Desa Tanjung Temiang bukan desa baru (pemekaran). sehingga sudah ada batas wilayah yang pasti sebelumnya, yang bisa dibuktikan dengan surat tanah,” ucapnya.

Baik pihak Desa seridalam maupun Desa Tanjung Temiang berharap Pemerintah Kecamatan Tanjung Raja dan Pemerintahan Kabupaten Ogan Ilir, bertindak tegas dan cepat agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan.

“Kami memperjuangkan batas desa, dan warga desa Tanjung Temiang menggugat adanya tambang pasir yang merugikan warga karena dikhawatirkan tanah warga longsor”. tegasnya.

Abdul Muis, warga Desa Tanjung Temiang menjelaskan, sesuai sertifikat, tanah yang disengketakan tersebut memang masuk wilayah Desa Tanjung Temiang, termasuk didalamnya tanah milik Kades Seri Dalam, berdasarkan pada penerbitan surat dari Pemerintah Desa Tanjung Temiang.

“Diwilayah yang diklaim oleh Desa Seri Dalam itu ada sekitar 200 warga Desa Tanjung Temiang, padahal sudah ada patok dari Dinas Pertambangan dan surat kepemilikan tanah atas nama Pemdes Seri Dalam yang dibuat oleh mantan Kades Seri Dalam, Suharto,” ungkapnya.

Berbatasan dengan patok tersebut adalah tanah milik atas nama Teguh, sesuai dengan surat tanah yang dikeluarkan mantan Kades Tanjung Temiang, Maslan M Zen,

“Sekitar 300 meter dari patok atas nama Teguh, warga Tanjung Temiang, terjadi penambangan pasir dengan izin yang diterbitkan Pemdes Seri Dalam,” kata Muis.

Sementara, lanjut Muis, penambangan pasir terjadi di tanah milik Yamsah dan Mimit warga Tanjung Temiang, tandasnya..

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90