Persembahan Do’a dan Konser Kemanusiaan Dari Smansa Kota Sukabumi Untuk Palestina

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Kota Sukabumi,- Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina terus mengundang empati dari berbagai kalangan masyarakat di seluruh dunia, salah satunya dari keluarga besar SMAN I Kota Sukabumi yang juga tergerak untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Palestina.

Ratusan siswa dan orangtua murid bergabung bersama melakukan penggalangan dana dalam sebuah acara amal yang bertajuk, “Do’a Bersama dan Konser Kemanusiaan Peduli Palestina” yang turut dihadiri artis terkenal asal Kota Bandung Heddy Yunus, Minggu (11/03/18).

Do’a dan Konser Kemanusiaan untuk Palestina

Dari kegiatan amal yang diwarnai gema “Takbir” tersebut berhasil dikumpulkan dana yang cukup signifikan melalui sebuah acara lelang sumbangan sebesar Rp.200 juta lebih, dimana nantinya dana yang berhasil dikumpulkan tersebut akan dikirimkan dalam bentuk obat – obatan, makanan, pakaian dan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat Palestina.

Kepala SMAN I Kota Sukabumi, Rahmat Mulyana, mengapresiasi kegiatan amal yang dilakukan tersebut, menurutnya ini merupakan sebuah pembelajaran bagi siswa agar memiliki kepedulian terhadap sesama.

“Kegiatan ini menjadi sebuah pendidikan karakter bagi siswa, disamping berdo’a dalam menghadapi UN kita juga ingin menumbuhkan kepedulian para siswa terhadap sesama yang dikolaborasikan dengan beramal,” katanya.

Hasilnya sangat diluar dugaan, tambah Rahmat, antusiasme siswa dan orangtua untuk beramal sangat besar,”Mereka berlomba – lomba menyumbangkan sebagian hartanya, hingga mampu mengumpulkan dana Rp.200 juta lebih, ini sangat luar biasa untuk ukuran sebuah sekolah negeri,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya Rahmat, hal ini juga sebagai sebuah ikhtiar setelah siswa menempuh pendidikan selama tiga tahun, untuk mencapai sebuah cita – cita tentu harus didukung selain dengan do’a dan sodaqoh jariah,

“Ini sebuah jawaban dari kondisi dimana sosok pemuda yang saat ini selalu dipandang negatif, dan ternyata dibalik kesan negatif tersebut masih banyak pemuda yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi, mereka rela menyisihkan sebagian uang jajannya untuk beramal,” tandasnya.

“Ini sebuah ide kreatif panitia menjelang ujian akhir siswa, biasanya kan bersifat statis, tapi tahun ini bekerjasama dengan EO Kupro yang konsen memfasilitasi penyaluran bantuan ke Palestina, kami ingin memotivasi siswa untuk bersodaqoh melalui sebuah balutan acara amal dengan menghadirkan artis terkenal secara gratis,” ujar Rudi Zulkarnaen, ketua panitia acara amal, saat ditemui Koran SINAR PAGI diruang kerjanya.

Menurutnya, pihak sekolah mendukung acara ini karena selain memiliki sisi religius juga mengandung faktor edukasi mental dan akhlaq,”Momen ini juga sebagai jawaban atas protes anak – anak yang karena sesuatu hal tidak bisa menghadirkan artis saat acara Gelar Seni,” tambah Rudi lagi.

(13)