Kepsek SMAN 5 Cimahi, ” Penghapusan Ujian Bisa Turunkan Minat Belajar Siswa

Pewarta : Liputan  khusus

Koran SINAR PAGI, Cimahi,- Persoalan Ujian bagi jenjang pendidikan SMA / SMK yang akan dihapus Disdik Jawa Barat, menjadi sorotan banyak pihak, baik pendidik maupun masyarakat.

Kepala Sekolah SMAN 5 Cimahi, Ajat meminta  Disdik Provinsi Jawa Barat untuk masalah penghapusan Ujian seharusnya tidak terkesan dipaksakan dan terburu- buru

” Penghapusan Ujian dengan diganti USBN perlu dipertimbangankan terlebih dahulu, sebab  diperlukan  kesiapan dari semua pihak dari penyelenggara pendidikan, sebelum menjadi sebuah keputusan yang berdampak pada kontinuitas KBM itu sendiri,” Paparnya.

Lebih lanjut, Ajat berharap pihak Disdik Provinsi Jawa Barat harus berani merubah sistem dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

” Apabila Ujian dihapus, akan berdampak pada menurunnya kualitas pendidikan yang seharusnya lebih ditingkatkan , bahkan program kurtilas saja belum sepenuhnya sukses dan semua sekolah melaksanakanya.” tegas Ajat saat di temui media KSP beberapa waktu yang lalu. (24/2).

Dilain kesempatan, Praktisi pendidikan sekaligus Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis DPW Provinsi Jawa Barat ,Drs.Ai Mulyani, M.Pd  menyoroti lebih pada program sertifikasi guru bukan cuma Ujian Sekolah yang dihapus, justru akibat sebenarnya yang berdampak pada kualitas pendidikan saat ini.

“Kalau dilihat efektifas dari sertifikasi guru sangat merugikan siswa, bahkan hanya untuk kepentingan guru sendiri. Murid banyak dibebankan  tugas dan LKS, sementara guru sibuk mengejar sertifikasi, Bagaimana murid mau pinter ?,” tandasnya.

Kemudian, Ketua IPJI DPW jabar meminta pemerintah melalui Disdik hendaknya lebih menperhatikan kesejahteraan guru bukan cuma dari sertifikasi , yang justru jadi beban guru tersebut.

” Apa tidak ada jalan lain, meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan dengan seperti itu, masih banyak solusi tidak harus siswa terus dikorbankan , sementara guru ongkang – ongkang saja !” tandasnya.

(56)