Ahmad Husaini, Doktor Religious Studies Bimbingan Rohani Rumah Sakit

Pewarta : Liputan khusus

Koran SINAR PAGI, Bandung,-  Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati ( UIN ), merupakan universitas unggulan dalam bidang keagamaan, yang selalu mencetak kaderisasi profesionalisme sehingga menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

Ahmad Husein, saat ini masih bekerja di rumah sakit Al Ikhsan, salah satu dari ribuan mahasiswa berprestasi khusus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang siap memperoleh gelar doktor dalam bidang Perbandingan Agama ( relligious studies ), program pascasarjana tahun 2018.

Dalam pandanganya, program studi ini, memang memerlukan pemahaman khusus dalam penangan pasien dirumah sakit. Dari hasil penelitiannya dan ahli kedokteran menyatakan memang ada hubungan penyakit dengan kondisi psikis manusia, adanya hubungan timbal balik menyebabkan manusia dapat menderita gangguan fisik yang disebabkan gangguan mental ( soma psikotis ) dan sebaliknya gangguan mental dapat menyebabkan gangguan secara fisik terhadap pasien ( psikosomatis ).

“Bahwa perkembangan ilmu kedokteran modern para psikolog dan agamawan mulai memandang penyakit dari sudut pandang yang berbeda, peran spiritual dalam perawatan paliatif sangat berpengaruh terhadap kesembuhan pasien,” papar ahmad.

Untuk itu, Ahmad Husaini berkeyakinan berbekal studi atas bimbingan rohani di RSUD Al Ihsan dan Al Islam tersebut senantiasa dapat bermanfaat bagi pasien rumah sakit dan bisa menjadi barometer untuk rumah sakit lain.

” Berdasarkan kajian secara akademik, pengembangan ilmu religious studies ( perbandingan agama ) sangat dibutuhkan dalam setiap rumah sakit khususnya terkait dengan dinamika kebutuhan transformasi dan fungsionalisasi agama, semestinya peran pemerintah dalam pembenahan legalitas lebih diperjelas sehingga fungsi kerohanian dalam setiap rumah sakit dapat berfungsi secara benar,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Ustad Ahmad  berharap mengenai program yang dipelajarinya tersebut, dapat menjadi dinamika transformasi kebutuhan agama dan spriritualitas pasien di rumah sakit.

“Mekanisne fungsi kerohanian pasien semestinya sinkron dengan keadaan, jangan memaksa keadaan ataupun sebaliknya. Yang jelas sejauh ini dalam bahasan pokok dan bisa diterima serta menjadi kebutuhan setiap rumah sakit,” harap Ahmad Huseini kepada media KSP belum lama ini. (02/01/18).

(150)