Pelaku pembunuhan Ahmad Sadikin Berhasil di Ringkus Polres Ogan Ilir

Pewarta: Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Kasus pencurian disertai dengan kekerasan kembali terungkap di wilayah hukum Polres Ogan Ilir, tepatnya di Desa Ulak Segara Kecamatan Muara Kuang, Satuan Reserse Kriminal Polres Ogan Ilir beserta Polsek Muara Kuang berhasil meringkus tersangka Andreo alias Dodo (22) warga Desa Tanah Abang Ulu, Kecamatan Muara Kuang, dan Amir Saputra alias Amir (15) warga Bedeng 8 Bayumi Rambang Kuang, Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir.

Hal ini terungkap dalam press release tersangka dan barang bukti yang dilakukan Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad, S.Ik.,MH, didampingi oleh Plt Kasat Reskrim Polres OI, Iptu Sondi Praguna, serta personel Satreskrim Polres OI, di Mapolres OI, Selasa (30/01/18).

Keduanya diringkus dari pelariannya di daerah Serapek, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten OKI setelah melakukan pencurian dengan kekerasan sehingga menghilangkan nyawa korban Ahmad Sadikin Bin Mulyadi (17), warga Desa Ulak Segara kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir.

Selain kedua tersangka, Satreskrim Polres OI juga menangkap Taufik (18) warga Kabupaten PALI yang merupakan penadah motor curian dari kedua pelaku. Tersangka Dodo sendiri ditembak betis kirinya, karena melakukan perlawanan saat akan diamankan.

“Petugas terpaksa melumpuhkannya dengan Sebutir timah panas di kaki kirinya karena melawan petugas dengan senjata tajam berupa Cerulit,” jelas Gazali Ahmad.

Kapolres Ogan Ilir menambahkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan informasi dari masyarakat atas temuan mayat di Sungai Ogan, kecamatan Muara Kuang. “Korban ditemukan pada hari Sabtu (27/01/18) di Sungai Ogan dan mayat ini tanpa Identitas, kemudian di evakuasi ke Puskesmas Muara Kuang” lanjutnya.

“Dari TKP, kemudian dilakukan interogasi kepada saksi dan warga sekitar, selanjutnya satu jam setelah penemuan keluarga korban mendatangi puskesmas, dan memastikan mayat tersebut merupakan anaknya, lalu keluarga korban tidak meminta untuk autopsi dalam,” Ujar Gazali Ahmad.

Tersangka, lanjut Kapolres, menghabisi nyawa korban karena sakit hati dan dendam akibat korban tidak mau mengganti LCD Handphone tersangka Amir yang pecah oleh korban.

“Tersangka Amir kemudian mengajak tersangka Dodo untuk menghabisi korban, jadi mereka yang membunuh, membuang, dan mengambil harta korban,” lanjut Kapolres.

“Korban Aku pukul dengan kayu, pak. Kemudian lehernyo aku lukoi dengan pisau,” kata tersangka Dodo kepada awak media.

Tersangka Amir mengaku sakit hati dengan korban sehingga nekat menghabisi nyawa korban. “Sakit hati aku karena dio mecah ke LCD hape ku,” ucap Amir sambil tertunduk lesu.

Petugas sendiri mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, satu unit handphone android korban, satu unit motor merk Kawasaki, sepasang sandal korban, satu kantong rumput yang terkena bercak darah, dua belah kayu dengan panjanh satu meter, satu parang panjang, dan satu buah arit atau celurit.

Tersangka diancam dengan pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP dan subsider 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati. “Untuk pelaku yang dibawah umur, yakni Amir secepatnya paling lambat 15 hari akan diberikan ke jaksa penuntut umum untuk kemudian dilakukan persidangan,” tutup Kapolres.

(238)