Wah Parah…! Jangankan Masyarakat, Binatang pun Tidak Mau Lewat

Pewarta : adi / fitry

Koran SINAR PAGI, Tulung Selapan/OKI,- “Binatang babi saja tidak mau lewat jalan rusak tersebut apalagi kami”, ujar masyarakat dan pengguna jalan Kabupaten yang ada di Desa Pulu Beruang, Kecamatan Tulung Selapan Kab.OKI Sumsel.

Ada-ada saja kalimat yang cukup menggeletik hati yang dilontarkan masyarakat dan pengguna jalan Kabupaten yang ada di desa Pulu Beruang ini.

Hal tersebut cukup beralasan, pasalnya jalan Kabupaten sepanjang lebih kurang 9 KM yang menghubungkan Kecamatan Pangkalan Lampam, Pampangan bahkan Kota Palembang ini kondisinya rusak parah, berlumpur dan tidak bisa dilewati sama sekali.

Sebagai solusi bagi pengguna jalan khususnya roda dua, warga kemudian berinisiatif membuat jalan pintas melewati jalan perkebunan karet yang ada di sebelah jalan.

Menurut pengakuan salah seorang pengguna jalan yang kerap melintasi desa tersebut sekaligus selaku masyarakat setempat, Asmara, kerusakan jalan sudah berlangsung lama, ironisnya jalan yang dibangun sejak Zaman Bupati OKI masih dipimpin oleh Ishak Mekki hingga sekarang belum ada perbaikan sama sekali.

Hal senada juga diungkapkan Romli, akibat kerusakan jalan sering menyebabkan kendaraannya rusak. Selain menghambat perjalanan, beban biaya ekonomi pun menjadi semakin tinggi.

Masyarakat tak menampik jika sejak OKI dipimpin Bupati Iskandar,SE visi misinya dalam membangun OKI dari desa dinilai belum terealisasi khususnya bagi desa Pulu Beruang.

“Jalan ini dibangun oleh Pak Ishak Mekki, kalau bangunan Bupati Iskandar belum ada, katanya bangun OKI dari desa pak Bupati tapi kok desa kami tidak dibangun”, ujar Asmara serius.

Sementara itu, Kades Pulu Beruang, H.Sitalmin membenarkan jika jalan Kabupaten yang ada di desanya saat ini mengalami rusak parah.

Dia mengaku selama ini telah berupaya semaksimal mungkin meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan, bahkan disampaikan dalam setiap ada kesempatan, seperti musrenbang ataupun kegiatan pemkab, pihaknya terus gencar agar desanya diperhatikan.

Menurut H.Sitalmin, kerusakan jalan tersebut berimbas pada segala bidang kehidupan masyarakat, salah satunya mempengaruhi dunia pendidikan.

“Anak-anak sekolah menjadi susah, bahkan ada yang terpaksa harus kost diluar yang tentunya menambah beban biaya ekonomi mereka, semua aktivitas terhambat”, terang Kades mengakhiri keterangan.

(133)