Meski Akan Dilakukan Secara Bertahap, Paslon Eka-Agung Fokus Pembangunan 

Pewarta : Usep Jamaludin

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Menuju lokasi Deklarasi rombongan Paslon Eka Setiawan – Agung Anugrah, berangkat dari Alun-alun Kecamatan Darmaraja Sekitar pukul 07.00 usai melaksanakan shalat subuh di Nesjid Agung Darmaraja. (09/01/18).

Bergerak ke Sumedang sambil menyapa Masyarakat diiringi oleh para relawan, sesampainya di Sumedang rombongan langsung disambut oleh kader partai pengusung, yaitu PKS, Garindra dan PBB, dan beberapa partai lain yang memiliki kesamaan visi dengan kualisi partai seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP Djan Farij), Partai Idaman.

Eka Seriawan ditengah para pendukungnya.

Usai sambutan dari Ketua Partai PKS, Gerindra dan PBB termasuk pesan-pesan oleh pasangan calon, acara dilanjutkan dengan sungkeman paslon kepada orangtua masing-masing yang disaksikan oleh ratusan pendukung dihalaman Gedung Negara Sumedang. suasana haru sangat terasa saat acara itu berlangsung, orang tua dari pasangan calon mengikhlaskan anaknya untuk berbakti bagi Sumedang.

Sebelum melakukan pendaftaran, paslon dihibur dengan Kesenian tradisional sekaligus ramah – tamah dengan warga masyarakat yang turut hadir dalam deklarasi tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan shalat dzuhur di Masjid Agung Sumedang.

Kepada wartawan, Eka setiawan yang juga Bupati Sumedang menyatakan bahwa dirinya masih butuh waktu untuk menyelesaikan permasalahan Sumedang,

“Kita akan inventarisir permasalahan yang ada di berbagai bidang dan mencari solusinya, namun ya kita butuh waktulah, kita akan lakukan secara bertahap saja,” ujarnya.

Ditanya tentang pemanfaatan waduk Jatigede, ia tidak merisaukan dengan persoalan tersebut,”Kita gali potensi yang ada, kemudian melakukan pembenahan misalnya pemanfaatan sumber daya airnya, memang kita kehilangan banyak wilayah, namun demikian potensi itu bisa kita manfaatkan.” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPC Garindra Sumedang, Heri mengaku optimis, menurutnya kesamaan visi antara cabup dan cawabup merupakan modal dalam membangun komunikasi,

“Insya Allah kita lihat ada sinergitas antara pak Eka yang birokrat dan Pak Agung yang pengusaha, tentu ini akan jadi sebuah kekuatan dalam rangka menjawab tantangan permasalahan Sumedang, baik yang menyangkut pembangunan infrastruktur fisik, ekonomi, pendidikan dan kesehatan termasuk bidang pariwisata,” tandasya.

(48)