Golkar Tetap Yakin Ade-Iman Bisa Maju Dalam Pilkada Garut 2018 Mendatang

Pewarta : Fitri Nur’aeni

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Garut,- Menghadapi Pilkada Garut 2018 beberapa partai politik sudah mejalin koalisi dan telah memiliki pasangan calon untuk segera di daftarkan ke KPU. Namun, kendati waktu semakin dekat, masih ada dua partai yang hingga saat ini belum melakukan koalisi, yakni Partai Golkar dan PDIP, keduanya masih berkutat menentukan siapa yang akan dicalonkan sebagai calon bupati dan wakilnya.

Namun demikian Partai Golongan Karya, tetap yakin kalau pasangan Ade Ginanjar-Iman Alirahman, bisa maju dalam Pilkada Garut 2018 mendatang, hal ini dikemukakan Ketua Bappilu Partai Golkar, Deden Sopian, saat dimintai tanggapannya terkait belum ada keputusan dari Partai Golkar baik untuk berkoalisi dengan partai lain atau nama calon yang akan diusungnya.

“Kami tetap optimis pasangan Ade Ginanjar-Iman Alirahman, maju dalam Pilkada Garut, dan akan mendapat dukungan beberapa partai” ujarnya, Senin (01/01/2018).

Terkait koalisi dengan PDIP dan Hanura, pihaknya mengaku masih terus melakukan komunikasi politik untuk memastikannya, ” Ya, opitimis 90% untuk berkoalisi partai. Terkait siapa nanti calon yang akan maju, kita akan berkoalisi terlebih dahulu,” ucapnya.

Diakui Deden, antara Partai Golkar dengan PDIP hingga saat ini masih belum terjalin koalisi, lain halnya dengan partai lain seperti PKB dan Demokrat yang sudah terlebih dahulu berkoalisi serta PAN dan PPP sudah resmi mengusung calon dikian pula dengan Partai Gerindra, PKS dan Nasdem,” Golkar-PDIP masih terus berkomunikasi untuk menjalin koalisi, lihat saja nanti!,” ucapnya.

Sementara Ketua DPC PDIP Kabupaten Garut, Lina Rochayati, mengaku yakin kalau PDIP dan Golkar akan berkoalisi di Pilkada Garut,”Kami sudah mendapatkan intruksi dari DPP PDIP, untuk berkoalisi dengan Golkar, dan langkah-langkah untuk kearah itupun sudah terjalin,” paparnya.

Terkait siapa nama yang akan disodorkan untuk diusung, menurut Lina, berdasarkan hasil rapat pleno partai, kader internal partai lah yang akan diajukannya, namun kendati demikian lanjutnya, keputusan ada ditangan DPP Partai PDIP, siapa nantinya yang akan di rekomendasi.

“Kalau sesuai dengan tahapan, kader internal sudah diajukan, yakni Dedi Hasan Bahtiar, bahkan, dalam pleno sudah diputuskan DHB sanggup untuk menjadi calon wakil bupatinya,” kata Lina.

Seandainya nantinya DPP PDIP memutuskan nama dari luar partai, maka pihaknya juga akan tetap patsun terhadap keputusan partai dan seluruh kader harus berjibaku mensukseskannya.

“Nanti jika DPP memutuskan nama diluar internal partai, maka harus legowo menerimanya,” pungkas Lina.

(34)