Bayi Dalam Kandungan Pasien Difteri, Berhasil Diselamatkan Tim Medis Bedah RSUD dr.Slamet Garut

Pewarta : Fitri Nur’aeni

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Garut,- KLB ( Kejadian Luar biasa ) Difteri yang saat ini terjadi dibeberapa provinsi di Indonesia, tengah menjadi perhatian khusus dari pemerintah, pasalnya Difteri adalah salah satu penyakit yang bisa menimbulkan kematian bagi penderitanya.

Namun sebuah hal yang luar biasa dilakukan Tim medis bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut, Jawa Barat, yang berhasil menyelamatkan bayi mungil dari perut seorang pasien penderita Difteri yang meninggal dunia, Sabtu (30/12) lalu.

Proses penyelematan yang dilakukan tim medis dimeja operasi berlangsung dramatis, lantaran pasien EC (34) dalam kondisi lemah akibat terkena virus difteri.

“Tim medis telah berhasil melakukan operasi caesar dari pasien EC, yang meninggal dunia setelah di serang virus difteri dan bayi berjenis kelamin perempuan berhasil diselamatkan,” ujar juru bicara RSUD dr.Slamet Garut, Muhammad Lingga Saputra, Senin (01/01/2018) saat dihubungi melalui ponselnya.

Ia menuturkan, upaya operasi caesar terpaksa dilakukan tim medis, mengingat pasien tengah hamil tua dan bayi yang ada dalam kandungannya harus segera diselamatkan,”Proses penyelamatan bayi berlangsung sukses tanpa mengalami hambatan dan dalam keadaan sehat, tanpa terjangkit virus difteri namun, ibunya yang merupakan pasien difteri tidak bisa diselamatkan, meninggal dunia beberapa jam setelah operasi dilakukan,” ungkapnya.

Paska operasi yang dilakukan tim medis, lanjutnya, bayi langsung dibersihkan dan diserahkan pada keluarga ibu pasien, imbuhnya.

Sementara pasien EC, ibu kandung dari bayi mungil tersebut, usai menjalani pemeriksaan sempat dipindahkan ke ruangan khusus (Isolasi-Red). Namun, lantaran kondisinya terus memburuk, pasien tersebut meninggal dunia.

Sejak virus difteri dideteksi menyerang Kabupaten Garut, sedikitnya sudah 19 orang yang menjalani perawatan dan 5 orang diantaranya meninggal dunia, tersebar di 17 Kecamatan di Kabupaten Garut.

“Dari total pasien yang menjalani perawatan, 5 orang meninggal dunia akibat virus difteri tersebut. Sedangkan sisanya, masih menjalani perawatan khusus di ruangan isolasi,” pungkasnya.

(15)