Garut Berada di Peringkat Pertama Program Pembuatan Sertifikat

Pewarta : Fitri Nur’aeni

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Garut,- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Garut yang semula berada di peringkat 2 terbawah kini menjadi peringkat pertama teratas terkait pembuatan sertfikat. Hal itu terbukti dengan adanya peningkatan 10x lipat yang awalnya 600 bidang tanah menjadi 63.500 bidang.

Program yang akan dilaksanakan tahun 2018 yaitu Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Landform dan Redisk, ada 271 sertifikat PTSL yang belum diserahkan data tanah dan pemiliknya belum jelas.

Kepala BPN Kabupaten Garut, Hayu Susilo,SE.,MM menuturkan, pembuat sertifikat tanah harus jujur bahwa tanah yang bukan haknya tak akan dilayani karena nantinya akan menjadi masalah kepada pihak BPN.

“pengerjaan Program tahun 2017 semuanya sudah selesai 6.000 sertifikat, adapun 271 sertifikat program PTSL yang belum diserahkan itu terkendala kurangnya persaratan dari pemilik tanah sendiri. Untuk tahun 2018, ada enam kecamatan di Kabupaten Garut yang mendapat program yakni Malangbong, Cisurupan, Pamuliahan, Cibatu, Karang Tengah dan Pakenjeng,” papar Hayu pada wartawan di rumah makan Saung Kejora, Kamis (28/12).

Ia menambahkan, dalam proses pendataan, pengukuran hingga penerbitan sertifikat, pihaknya tidak mengenakan biaya pada masyarakat alias gratis. Namun, untuk tahun 2018, berdasarkan kesepakatan tiga kementrian biaya PTSL ditetapkan sebesar Rp.150 ribu untuk setiap bidang tanah yang akan di sertifikatkan.

Banyak oknum yang mengusung program PTSL yang mengaku sebagai Konsultan dari Kemendes dan konsultan BPN karena di BPN tidak ada konsultan, maka dari itu kami berharap pihak media dapat menyampaikan hal ini kepada masyarakat supaya persoalan ini clear, pungkasnya.

(210)