Masyarakat Keluhkan Sikap Arogan Kadisduk Capil Ogan Ilir

Pewarta : adi / fitry

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir

Sungguh sangat disayangkan sikap seorang Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ogan Ilir yang arogan.

Sikap arogan serta tidak berwibawa itulah yang dimiliki oleh oknum Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ( Disduk Capil) Ogan Ilir, Akhmad Lutfi.

Banyak diantara masyarakat yang ingin mengurus keperluan di dinas tersebut acap kali terbentur dan harus ribut “adu mulut” sama yang bersangkutan.

Seperti halnya yang baru-baru ini dialami Yanti, Warga Kelurahan Tanjung Raja Timur, yang hendak membuat KTP tapi sayang justru disambut dengan perbuatan yang tidak mengenakan dari Lutfi selaku Kepala Dinas. Yang aksinya terekam jelas divideo rekan lainnya.

Menurut keterangan Yanti kepada media ini saat dikonfirmasi via telpon mengatakan, dirinya sengaja datang ke kantor Capil karena hendak membuat KTP.

Karena KTP yang dimiliki selama ini hanya KTP sementara. Selain itu, berhubung dirinya sudah pindah tempat tinggal atau domisili. Yang sebelumnya di desa Sri Dalam, dan sekarang sudah pindah di Kelurahan Tanjung Raja Timur.

Untuk itulah, dijelaskan Yanti, dirinya mendatangi Kantor Capil. Dirinya juga berencana akan membuat SIM dengan KTP tersebut.

Saat tiba di kantor Capil, dirinya langsung menyerahkan berkas kepada staf yang ada. Namun, sayang tidak diterima dan disuruh lain waktu saja.

Kemudian, lanjut Yanti, dirinya berinisiatif minta tolong kiranya berkas di titip saja mengingat tempat tinggalnya jauh. Tapi lagi-lagi ditolak oleh staf tersebut.

Selang beberapa waktu, ada masyarakat lain datang dengan keperluan yang sama. Yang juga menitipkan berkas, justru diterima oleh staf tadi.

Dari situ, ungkap Yanti, dirinya pun langsung menelpon kepala Dinas bersangkutan, Lutfi dengan mengutarakan maksud dan tujuannya.

Tidak lama kemudian datanglah Lutfi yang tanpa basa basi lagi langsung marah-marah dengan nada arogan.

Bahkan Lutfi, ujar Yanti, tidak hanya menghina dan memalukan dirinya didepan orang banyak.

Profesinya pun sebagai jurnalis juga ikut disinggung oleh Lutfhi.

Saat itu, Lutfi sempat mengambil berkas miliknya yang kemudian melemparnya ke staf pegawai yang ada.

Tidak tahan dengan ocehan Lutfi seperti orang kesurupan, akhirnya Yanti meninggalkan ruangan.

Ternyata kelakuan arogan Lutfi itu, tidak hanya dialami oleh Yanti saja. Dari berbagai sumber yang didapat media ini di lapangan sudah banyak masyarakat lain yang juga mengeluhkan sikap dan tata Krama yang bersangkutan yang dinilai tidak memiliki etika layaknya seorang kepala Dinas.

Sehingga terkadang membuat masyarakat menjadi enggan dan bermalas-malasan jika ada keperluan di dinas tersebut.

Masyarakat pun menilai seharusnya seorang Kepala Dinas bisa memberikan contoh dan teladan yang baik dengan etika dan tata Krama yang baik pula.

Bisa melayani dan mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat siapa pun itu tanpa terkecuali. Bukan justru sifat arogan yang ditonjolkan.

Untuk itu, masyarakat meminta kepada pemerintah Kabupaten OI kiranya dapat mengevaluasi kinerja kepala Dinas Capil agar pelayanan lebih maksimal.

Hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ogan Ilir, Akhmad Lutfi belum berhasil dikonfirmasi terkait kebenarannya.

(1505)