WARGA DESA CIRANGGEM KELUHKAN KRISIS AIR DI MUSIM PENGHUJAN INI

Pewarta : Jeky E Saepudin

Koran SINAR PAGI, Sumedag, – Bulan Nopember ini yang didaerah lain sudah mulai turun hujan dan mulai bisa mengatasi krisis air, nyatanya berbeda yang terjadi di Desa Ciranggem Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang Jawa Barat, didaerah itu walaupun sudah tiba musim penghujan wilayahnya tetap alami krisis air.

Kenyataan itu dikeluhkan oleh Rasma (50) warga Rt 08/02 Dusun Pasirkaliki Desa Ciranggem yang mengeluhkan jika kondisi ini berlangsung tiap tahun.

Kepada koransinarpagijuara.com saat dijumpai di Dusun Pasirkaliki, Kamis, (02/11) mengatakan, “Di daerah ini hampir tiap tahun selalu mengalami susah air walaupun kini sudah menginjak Bulan Nopember, yang di wilayah lain sudah turun hujan, tapi di daerah ini walaupun hujan tetap mengalami krisis air”, ujar Rasma.

Hal tersebut diperkuat oleh keterangan Teti Suhaersih (35), yang menegaskan jika memang di Pasirkaliki ini kondisi nya demikian,” Memang disini selalu susah air dan hal ini sudah berlangsung lama,” ujar Teti.

Dari warga Dusun Pasirkaliki lainnya, Noviyanti (45) juga mengutarakan hal yang sama, bahkan ia mengatakan jika selama ini warga cuma mengandalkan dari sumber mata air Gunung Jagat.

“Warga disini sebagian besar pemenuhan air nya mengandalkan dari sumber mata air Gunung Jagat,” terang Novi.

Memperkuat keterangan Novi, Rasma mengiyakan jika selama ini warga cuma mengandalkan kebutuham air nya dari sumber mata air Gunung Jagat.

“Betul memang warga disini pemenuhan kebutuhan air nya dari Gunung Jagat yang jaraknya sekitar 3 kilomter dari Dusun Pasirkaliki ini, dan kini warga sudah banyak yang mempergunakanya tapi ada juga warga disini yang menggunakan sumur gali tapi itu sedikit jumlahnya”, terang Rasma.

Selanjutnya warga berharap jika Pemerintah Kabupaten Sumedang segera memberikan solusi bagi warga Desa Ciranggem khususnya Dusun Pasirkaliki untuk bisa mengatasi hal itu.

“Mudah – mudahan ada perhatian Pemerintah Sumedang untuk segera mengatasi krisia air di daerah kami,” harap Rasma.

(52)