Menuju Desa Karang Mulya Yang Maju dan Mandiri

Pewarta : Iwan Brata Darma
KoranSINAR PAGI, Muara Enim

Menjadi seorang pemimpin dan memiliki sebuah jabatan adalah impian semua orang, tak heran untuk meraih posisi yang diinginkannya tersebut banyak yang menghalalkan segala cara, yang kemudian setelah tercapai apa yang diimpikannya lantas mengkhianati amanah yang diberikan kepadanya dengan melakukan berbagai tindakan yang akan merugikan banyak orang.

Namun demikian, tak sedikit pula yang menjalankan amanah yang diembannya tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab, seperti yang dilakukan Kepala Desa Karang Mulya, Sutrisno sejak dipercaya untuk mengemban amanah oleh warga Desa Karang Mulya 4 (empat) tahun silam ini telah menunjukan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin.

Sutrisno, Kades Karang Mulya, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten muara Enim
Sutrisno, Kades Karang Mulya, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten muara Enim

Sutrisno dinilai warganya menjalankan tugas dengan baik dan telah pula membawa banyak perubahan yang mengarah pada kemajuan desa tersebut melalui berbagai pembangunan yang dilakukan seperti, pengecoran jalan, pembangunan Los Kalangan, Gedung TPA dan lain – lain.

“Daerah ini dulunya berupa rawa – rawa namun kini sudah berubah jadi jalan cor setapak, demikian pula dengan penataan lingkungan, sekarang sudah rapi, disamping itu jiwa sosial kepala desa ini juga tinggi, buktinya setiap keluhan warga selalu ditindaklanjuti dengan cepat, contoh kecil saja, saat ada warganya yang sakit dia tak segan – segan turut membawanya ke rumah sakit,” ujar salah satu warga yang ditemui Koran SINAR PAGI.

IMG-20170923-WA0003

Lebih jauh dikatakan, demikian halnya dalam pengalokasian Dana Desa dan dana bantuan lainnya yang dikucurkan ke Desa Karang Mulya dilakukan dengan transparan, dan tepat sasaran, sehingga masyarakat benar – benar merasakan manfaatnya.

Menanggapi penilaian positif warga terhadap dirinya, Sutrisno mengaku hanya menjalankan amanah,”Semua inikan hak masyarakat, saya hanya menjalankan amanah, tanpa masyarakat saya bukan apa – apa,” ucapnya.

Diungkapkannya, semangat kegotongroyongan menjadi hal yang utama di Desa Karang Mulya.

(125)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *