PWI Musi Rawas Kecam Pernyataan Kapolres Way Kanan

Pewarta : Jhuan S
PWI Musi Rawas

KORAN SINAR PAGI, Musi Rawas, – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan mengecam pernyataan yang di sampaikan Kapolres Way Kanan Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung, AKBP Budi Asrul Kurniawan yang menghina dan mendiskreditkan profesi wartawan.

Pernyataan yang disampaikan secara arogan itu tidak seharusnya di ungkapkan oleh seorang pejabat tinggi di polres tersebut. Demikian di tegaskan Ketua PWI Musi Rawas, Noviansyah didampingi Wakil Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga, J. Silitonga dan jajaran di organisasi itu.

“PWI Musi Rawas mengecam keras pernyataan kapolres tersebut, karena dinilai tidak layak dikeluarkan oleh pejabat tinggi kepolisian yang menjunjung tinggi etika dan tribrata serta catur prasetya polri,” tegas Noviansyah saat menggelar aksi solidaritas di halaman Mapolres Musi Rawas, Selasa (29/08) lalu.

Atas dasar itu katanya, PWI Musi Rawas meminta kepada jajaran Polri untuk dapat menyikapi pernyataan tersebut dan segera menindaklanjuti dengan tindakan.

“Atas dasar ini PWI Musi Rawas meminta kepada pihak yang berkompeten di kepolisian dan Kapolri untuk memberikan sangsi dan tindakan yang tegas terhadap kapolres yang bersangkutan,” pungkasnya.

Dalam aksi damai yang digelar organisasi itu terpantau cukup humanis dan tampak penuh keakraban.

Sementara, J Silitonga selaku koordinator aksi tersebut menyampaikan, aksi damai itu dilakukan secara spontanitas dan bersifat solidaritas, dengan tetap menjunjung etika, sikap dan tutur kata.

“Aksi damai ini kita lakukan secara serentak di seluruh kabupaten kota se Sumsel yang dilakukan oleh organisasi PWI. Kita mengedepankan etika dan sikap dalam menyampaikan aspirasi,” jelasnya.

Dirinya pun tidak menampik hubungan baik yang sudah terjalin antara jajaran kepolisian melalui Polres Musi Rawas dengan pewarta baik media cetak, online maupun elektronik.

“Hubungan kemitraan antara Polres Musi Rawas dengan wartawan di Musi Rawas sudah sangat baik dan komunikasi yang terjalin sudah sangat intens,” katanya.

Untuk itu tambahnya, PWI Musi Rawas berharap sinergisitas antara Polres Musi Rawas dan wartawan yang bertugas di daerah itu bisa dipertahankan dan dapat ditingkatkan lagi.

“Mudah-mudahan apa yang terjadi di Way Kanan tidak terjadi di Musi Rawas,” pintanya.

Pada kesempatan aksi tersebut Kapolres Musi Rawas, AKBP Pambudi melalui pesan singkat Wastapp menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa menyambut kedatangan PWI Musi Rawas dalam aksi tersebut. Dikarenakan padatnya kegiatan hari itu dimana adanya kunjungan ibu Kapolda Sumsel

“Kalau bisa jangan hari ini karena banyak gawean (red-kerjaan). Ada pak Waka (Wakapolres) di Polres,” ungkapnya.

Sementara dari informasi yang diterima menerangkan pernyataan yang di sampaikan Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan itu terjadi saat dirinya sedang melakukan penertiban massa pro dan kontra batu bara yang hampir terlibat bentrok di Kampung Negeribaru, Blambanganumpu, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, Minggu (27/8/2017) sekitar pukul 02.30 WIB.

Pada saat itu dua orang wartawan yakni Dedy Tornando (Radar TV-Grup Radar Lampung) dan Dina Firasta (Tabikpun.com), yang bertugas di wilayah itu sedang melakukan peliputan dengan mengambil rekaman peristiwa itu lalu terlibat adu argumen.

“Kalau jelek satu polisi semua polisi dibilang jelek. Sama kayak elo. Wartawan satu jelek ya semua wartawan jelek bagi gue. Selesai urusannya. Sama kita satu sama, oke.”

“Kalau gue, tuh, sudah nggak butuh wartawan, jujur saja. Yang baca koran hari ini siapa? Apalagi koran lu Lampung kelas cacingan kayak gitu.”

“Follower lu berapa? Lu mau tulis gue kayak apapun silakan. Buktinya gue ditulis kayak gitu juga nggak ada yang ngelihat gue.”

“Lu bangun tidur bacanya apa, heh? WA, kan? Mana ada yang baca koran sekarang. Sudah tutup, kok, semua koran itu.”

“Yang nonton TV juga banyak, orang pada nonton HBO. Nonton bokep. Ngapain nonton berita, he-eh.”

“Kasih tahu sama wartawan lain, ya. Mau serang, serang gue lah. Gue tunggu benar di sini.”

Demikian transkrip rekaman video yang beredar di awak media.

(12)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *