Sembako Naik Masyarakarat Minta Pemerintah Turun Tangan

Pewarta : adi/fitry
Koran SINAR PAGI, OKI

Harga sejumlah kebutuhan Sembilan bahan pokok atau yang dikenal dengan Sembako di Pasar Pagi Tradisional Kayu Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan merangkak naik.

Kenaikan tersebut dipicu dengan datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, dimana banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi konsumen saat melaksanakan ibadah tersebut. Sehingga menyebabkan harga sembako drastis naik dengan sendirinya sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran.

Seperti halnya yang diungkapkan Yuni, salah seorang pedagang sembako, hampir semua harga sembako mengalami kenaikan mulai dari harga gula, terigu, minyak sayur, beras, telur, dan susu. Kenaikan mencapai 40 persen, alhasil omset yang didapat ikut turun. Karena kendati pembeli masih ramai namun mereka para pembeli mengurangi takaran yang mereka beli. Misalnya biasanya membeli sebanyak satu kilogram kini hanya membeli setengah kilogram,”Harga sembako di prediksi akan terus berlanjut hingga lebaran hari raya idul fitri mendatang,” katanya.

Dijelaskan Yuni, tidak hanya sembako yang mengalami kenaikan, tetapi kebutuhan lainnya juga ikut naik seperti bawang merah dan bawang putih. Begitu juga dengan harga cabe yang turun naik tidak stabil.

Sementara itu, Yusmaheri, salah seorang pbeli yang biasa berbelanja di pasar pagi Kayuagung sangat mengharapkan kepada pemerintah kiranya dapat turun tangan dan mengecek langsung dengan meninjau ke pasar guna menstabilkan harga barang. Apalagi saat ini sedang bulan suci ramadhan. Alangkah baiknya jika harga barang bisa stabil dan normal kembali agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik.

(60)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *