PENTINGNYA HUBUNGAN MASYARAKAT DENGAN SEKOLAH

_20170204_070150

Oleh : Imas Ida,S.Pd.,M.MPd

Pengembang Kurikulum harus ingat bahwa sekolah adalah ciptaan dari masyarakat dan didukung oleh masyarakat. Ini berarti bahwa kurikulum harus melayani kebutuhan masyarakat. Pengembang

kurikulum juga harus melayani kebutuhan siswa. Dengan rincian dari keluarga tradisional dan peningkatan kemiskinan dan beragam di akhir abad ke-20, pekerjaan ini telah lebih menantang.

Selama bertahun-tahun buku teks telah menjadi penentu kurikulum utama meskipun memiliki banyak keterbatasan. Baru-baru ini undang-undang reformasi pendidikan telah mendominasi semua kekuatan lain, menggunakan strategi yang melibatkan orangtua dan guru dan membutuhkan guru untuk menggunakan bahan-bahan penelitian di validasi.

Guru dan pengembangan lainnya harus mengambil tanggungjawab untuk memeriksa praktek reformasi lokal dan untuk melindungi kepentingan siswa mereka.

Sekolah adalah ciptaan masyarakat maka terdapat hubungan timbal balik antara sekolah dan masyarakat, dimana sekolah mempengaruhi masyarakat dengan tiga tujuan yaitu kewarganegaraan, intelektualisme, dan persiapan kejuruan.

Sementara ada sembilan faktor masyarakat yang mempengaruhi sekolah yaitu tradisi, buku teks, hukum, nilai moral, penelitian, multikulturalisme, kemiskinan dan kebutuhan keluarga.

Multikulturalisme diterapkan dalam kurikulum di Indonesia dalam bentuk muatan lokal sejak tahun 1994. Dimana setiap daerah memiliki pembelajaran yang berbeda dengan daerah dan kebutuhan masing-masing.

(24)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *