Plt Kades Bingung, Anggaran BUMDES Sukamulya Jadi Bancakan?

Pewarta : Heryawan-Nitana,R

Phot ,: PLT Kades Sukamulya, Aa SupriatnaPhot ,: PLT Kades Sukamulya, Aa Supriatna

Koran SINAR PAGI, Garut,– Sebagai salah satu posting dari realisasi Dana Desa (DD), adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang telah menjadi keharusan guna menunjang usaha Desa dan peningkatan taraf ekonomi warga. Program tersebut diterapkan oleh Desa Sukamulya,kecamatan Pakenjeng,Garut.

Alokasi dana BUMDES Desa Sukamulya sebesar 25 Juta dari Dana. Eealisasi kegiatan usahanya  tidak jelas,  bahkan dinilai hanya jadi bancakan aparat Desa.

Menurut keterangan sejumlah warga Desa, tidak ada sosialisasi dan kegiatan usaha BUMDES bahkan susunan pengurusnya tidak jelas.

“ Tidak pernah ada sosialisasi apalagi kegiatan usaha yang dimodali oleh BUMDES, pengurusnya tidak jelas, itu mah hanya jadi usaha kepala desa dan perangkatnya pak, tinggal tunggu aja pasti akan jadi masalah. ” Ungkap warga dengan nada geram.

Ditemui dikantor Desa, PLT Kepala Desa Sukamulya, Aa Supriyatna sebagai kasie trantib Kecamatan Pakenjeng mengaku bingung dengan yang terjadi di Desa Sukamulya. “ Saya masih bingung karena belum banyak tahu, tiba-tiba sudah diminta keterangan, dua kali saya dipanggil inspektorat untuk kaitan bumdes.

Yang lebih banyak tahu itu Kades, Sekdes dan ketua BPD. Tapi semuanya belum sinkron karena belum ada titik temu, hanya ada pengakuan dari Sekdes terhadap saya bahwa dirinya kebagian dari dana Bumdes sebesar Rp  3 juta. Untuk lebih jelasnya nanti saja menunggu Ketua BPD pulang umroh kang” Ungkap Aa yang akrab disapa Abah.

Ironis jika program pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat hanya jadi lahan korupsi dan jadi bancakan aparatur, sejatinya aparat internal (inspektorat) serta penegak hukum memberikan tindakan tegas kepada pelaku.

(64)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *