Petaling Banjar Desa Baru, Butuh Perhatian Khusus Dari Pemerintah Untuk Maju

Pewarta : Unun Subiyanto
Koran SINAR PAGI, Kab. Bangka

Salah satu realisasi Dana Desa di Desa Petaling Banjar
Salah satu realisasi Dana Desa di Desa Petaling Banjar

Desa Petaling Banjar, Kecamatan Mendo Barat Kab. Bangka, tergolong desa baru hasil pemekaran dari Desa Petaling. desa yang memiliki penduduk kurang lebih 3.500 jiwa dan membawahi 4 kedusunan ini, mulai definitif berdiri lima tahun lalu.

Di usia yang tergolong muda, Desa Petaling Banjar masih banyak membutuhkan sarana dan prasarana, baik fasilitas gedung pemerintahan maupun fasilitas umum lainnnya seperti, infrastruktur jalan, perkebunan, sarana kesehatan dan lain sebagainya untuk menunjang jalannya roda pemerintahan serta pelayanan masyarakat.

Namun demikian, meskipun tergolong desa baru, Desa Petaling Banjar tidak kalah maju dengan desa yang sudah lebih dulu berdiri, hal ini tidak lepas dari hasil pola pikir kepala desa beserta masyarakat Desa Petaling Banjar dalam membangun desanya. Secara geografis Desa Petaling Bpanjar letaknya cukup startegis, pasalnya desa ini dilintasi jalan nasional lintas ke kecamatan.

Kepala Desa Petaling Banjar, Mahrob mengatakan, sejak dimekarkan dari desa induknya, Desa Petaling Banjar sangat minim dengan fasilitas umum,”Kantor desa sebagai pusat pelayanan masyarakat belum dimiliki dan tidak pula memiliki fasilitas lainnya, namun berkat aparatur pemerintahan bersama masyarakat yang peduli akan kemajuan desanya bergotong – royong membangun kantor desa untuk sebagai pusat pelayanan,” pungkas Mahrob.

“Saya bersyukur atas program-program pemerintah yang turun langsung untuk membangun desa, seperti program Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Kabupaten Bangka, dana tersebut benar-benar terasa manfaatnya untuk membangun Desa Petaling Banjar,” terang Mahrob.

Menurut Mahrob, desa sangat terbantu dengan kucuran dana dari pemerintah pusat melalui program DD dan ADD,”Kami dari jajaran pemerintah desa bersama masyarakat memanfaatkan dana tersebut untuk membangun sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur yang belum kami miliki,” tutup Mahrob.

(108)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *