Mampukah Indonesia Menerima Amanat “Penguasa Dunia“?*

  1. oleh: Dwi Arifin (Duta Baca Forum Pecinta Baca Jawa Barat dan Redaktur Koran Sinar Pagi)

 

Dalam sejarah peradaban, orang-orang beriman dan bertakwa (insan islam), selalu menjadi teladan, sehingga menjadi penguasa peradaban. Indonesia memiliki jumlah terbanyak penganut islam. Mampukah umat islam Indonesia menjadi teladan dan penguasa peradaban kembali yang telah dipegang orang islam terdahulu?

Titik ketertarikan negara-negara barat dan timur untuk berinvestasi ke indonesia sangat dominan. Ini pertanda bahwa negara indonesia dalam perkembangan pembangunan didukung negara lain. Ini menjadi manfaat dan peluang besar bagi indonesia mengendalikan aset investasi yang masuk menjadi kunci merubah negara berkembang menjadi negara maju. Dan menjadi titik pengendali pusat peradaban dunia. Dahulu Madinah dan mekkah adalah penguasa dunia, negara yang berada dititik tengah dunia. Lalu dilanjut dengan Turki menjadi pusat pengendali dunia, negara paling barat didunia. Selanjutnya Indonesia negara paling timur didunia, diprediksi akan mendapatkan giliran menjadi penguasa dunia.

 

Mari kita persiapkan diri mencetak generasi bangsa dan menjadi bangsa yang unggul. Ini waktu yang tepat menjunjung tinggi martabat bangsa.

 

Ingat guru adalah gerbang utama pembangunan SDM bangsa. Bukan negara ini kekurangan SDA, tapi negara ini kekurangan SDM yang berkualitas untuk mengelola SDAnya. Sehingga negara kita dikelola dan dinikmati warga negara lain.

 

Masa depan bangsa ada ditangan pribumi, bukan ditangan bangsa lain. Jangan sampai penjajahan terjadi lagi. Jangan biarkan negara lain, mengelola dan menguasai aset bangsa. Generasi muda berperan memegang masa depan bangsa. Saatnya yang tua menjadi teladan, dan yang muda mulai berkarya dan mandiri.

 

Bagaimana mau menjadi negara yang unggul. Disaat warga negara maju sudah bangun pagi dan berkarya dialam nyata, warga negara berkembang masih dialam mimpi menikmati tidurnya. Budaya bangun pagi adalah budayanya para raja, orang-orang yang beriman, orang-orang yang kuat, budayanya warga negara maju. “Kebiasaan baik menjadikan kita menjadi terbaik, Kebiasaan berkarya menjadikan kita kaya. Kebiasaan bekerjasama menjadikan kita kuat. Dan kebiasaan berdo‘a mensempurnakan semuanya“

(40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *