Dapur Umum Pengungsi Bencana Banjir Bandang

Pewarta : Herlina Sc
Koran SINAR PAGI, Garut

screenshot_2016-09-24-01-55-57-1

Pasca bencana Banjir Bandang yang menimpa warga di bantaran kali Cimanuk, memasuki hari kedua sejak terjadinya hujan lebat Rabu malam 20 September 2016 yang memporak porandakan Perumahan Dinas Korem 062/Tn dan menyisakan trauma bagi warga.

Denbek Ang III-44-02/Grt dibawah pimpinan Letkol Cba Abdul Rosid mendirikan Posko Dapur Umum untuk melayani para pengungsi korban bencana Banjir Bandang di Posko Korem 062/Tn. Dapur lapangan menurunkan lebih kurang 30 orang personel dan dibantu oleh Persit Koorcab Rem 062 Tarumanagara sebanyak 20 orang.

Dukungan Logistik kepada warga yang mengungsi di Posko Korem 062/Tn tiap harinya 1.500 nasi bungkus, sejak hari pertama pasca Banjir Bandang sampai hari kedua menghabiskan 330 Kg beras, Indomie 60 bungkus, Telor 4200 butir, Daging Ayam 60 Kg untuk satu kali makan, 1500 Ikan Sardencis dan 12 tabung Gas.

Menu yang dimasak untuk makan pagi Nasi Putih, Telor dadar, Mie goreng dan Air mineral, Makan siang Nasi Putih, Sardencis, Mie goreng dan Air mineral, Makan malam Nasi Putih, Ayam goreng, Mie bihun dan Air mineral.

Kabupaten Garut telah menetapkan Tanggap Darurat atau menanggulangi para korban bencana tersebut selama tujuh hari. “Tanggap darurat berlaku sampai tujuh hari.

Terkait masyarakat yang ingin kembali ke rumahnya, dihimbau untuk tetap hati-hati karena hujan masih akan terjadi mengguyur wilayah Garut. Jika turun hujan, sebaiknya masyarakat mengungsi ke tempat lebih aman untuk menghindari bahaya bencana terebut.

Masyarakat tetap selalu hati-hati karena curah hujan masih terjadi tinggi, sampai September, Oktober.

(9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *