Pasca ditutup Obwis Citumang Jadi Sepi, Pengelola Desak Pemda Cari Solusi

Pewarta : Budi/Heri
Koran SINAR PAGI, Pangandaran

Sejak dibuka kembali satu bulan lalu, obyek wisata alam Citumang yang berlokasi di Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupatem Pangandaran, jadi sepi pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Hasil pantauan Koran SP, Minggu sore (04/09), lokasi terlihat lengang, beberapa warung dan toko souvenir pun tutup, begitu pula di area parkir hanya ada beberapa sepeda motor tanpa ada mobil satupun.

Menurut bagian tiket Wawan Setiawan, sejak dibuka kembali oleh Pemda Pangandaran satu bulan lalu, volume pengunjung menurun drastis hingga 70% dari jumlah kunjungan sebelumnya,”Biasanya bila week end, pengunjung mencapai 600 hingga 700 orang, bahkan pernah sampai 1000 orang, namun sejak dibuka kembali satu bulan lalu, pasca penutupan oleh bupati, wisatawan yang datang hanya mencapai 200 tidak pernah lebih,” imbuhnya.

Tanpa tahu penyebab sesungguhnya, Wawan hanya dapat memperkirakan beberapa alasan menurunnya pengunjung ke Citumang, selain ketidaktahuan masyarakat telah dibuka kembali, juga dikarnakan boomingnya pemberitaan saat penutupan oleh media baik cetak maupun elektronik, jelasnya.

Ditambahkan Wawan, santernya berita penutupan obwis Citumang oleh Bupati Pangandaran saat itu, tidak diimbangi dengan santernya berita pembukaan kembali oleh pemerintah daerah waktu bulan kemarin, sehingga kemungkinan masyarakat menduga masih ditutup hingga hari ini, ujarnya.

Selain itu kata Wawan, naiknya tiket masuk cukup berpengaruh, alasannya karena saat ini jadi banyak pos keuangan yang harus tertutupi, salah satunya tiket tambahan dari desa setempat sebesar Rp.4000,- “Biasanya harga tiket Rp.20 ribu hanya untuk week end saja, tapi sekarang Rp.19 ribu berlaku setiap hari”, katanya.

Akhirnya Wawan beserta rekan pengelola Citumang berharap Pemda Pangandaran untuk turut serta kembali berupaya dan mencari solusi agar kunjungan wisatawan kembali seperti sediakala.

(19)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *