Dana Aspirasi Rp.300 Juta Dinilai Sia – Sia

Pewarta : Budi/Heri
Koran SINAR PAGI, Pangandaran

Program pembangunan Jembatan Purba yang digulirkan oleh Desa Pajaten Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran sejak tahun 2015 lalu, hingga kini masih terbengkalai bahkan terkesan sia – sia, pasalnya jembatan sepanjang hampir 15 M yang diharapkan dapat menjadi sarana transportasi masyarakat Dusun Tarik Kolot dan Kampung Purba tersebut baru berdiri dua pondasi beton yang keadaanya memprihatinkan.

Sejauh pantauan Koran SP, Senin siang (09/08), salah satu pondasi beton keadaanya sudah miring, kemungkinan tidak layak untuk menahan beban besi baja yang akan dipasang nanti.

“Keadaan jadi miring seperti itu karena banjir bandang yang menghantam pak,” kata Adih (46) warga dusun Tarik Kolot kepada Koran SP seraya mengangkut padi hasil panen.

Dikatakan Adih, pondasi beton penahan besi jembatan itu dibangun menggununakan dana Aspirasi bantuan seorang anggota Dewan Provinsi Jawa Barat asal Parigi Pangandaran sebesar Rp.300 juta dan dilaksanakan pengerjaanya dengan swadaya masyarakat, ungkapnya.

Dirinya mengaku tahu betul darimana asal dana dan siapa yang memberinya, sebab selalu mengikuti setiap perkembangan bahkan ikut menjadi bagian dari masyarakat yang mengerjakan,”Pembangunan pondasi beton itu dilaksanakan tahun lalu oleh masyarakat termasuk saya” ujar Adih.

Saat ditanya tentang siapa yang menerima bantuan serta penanggungjawab program tersebut, Adih hanya bisa menggeleng dan menjawab tidak tahu.

Pengamat Pembangunan Jalan dan Jembatan, Nanang Mulyadi ST, menyayangkan bila pembangunan sebuah jembatan besi permanen tidak melibatkan ahlinya, sebab menurutnya secara teknis memiliki perhitungan yang rumit.

“Saya menilai pembangunan jembatan Purba itu akan jadi program pembangunan desa yang sia – sia dan hanya menghamburkan uang rakyat saja” ucapnya.

(11)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *