Diberitakan Media, Oknum Agen BPNT di Cipari Mangkubumi Diduga Minta Backup Sana Sini

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Tono Efendi

Koran Sinar Pagi, (Kota Tasikmalaya),-Buntut dari pemberitaan dimedia, terkait dugaan adanya monopoli usaha agen BPNT diwilayah Kelurahan Cipari dan Kelurahan Cipawitra Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, yang ditenggarai oleh salah satu agen BPNT milik pasangan suami istri bernama Agen Risma di Cipari dan Agen Kharisma di Cipawitra. Sejumlah oknum dari lintas profesi mulai menghubungi jurnalis Koran Sinar Pagi baik melalu telepon langsung hingga pesan What’s App Pribadinya.

“Kayanya informasi yang sampai ke wartawan pastinya berasal dari kompetitor Agen Risma ya kang ?,” Kata salah satu RW di Kelurahan Cipari yang menghubungi wartawan, Jumat (12/8/2022) malam tadi.

Beda lagi dengan salah satu aparat yang bertugas sebagai Babinmas di wilayah Cipari. Dalam pesan singkat yang disampaikan melalui What’s App Pribadinya itu, dia menanyakan tentang proses penayangan sebuah berita di media apa perlu konfirmasi dulu kepada Nara sumber sebelum ditayangkan.

Bahkan Babinmas ini seolah mengungkapkan keberatannya, jika saat wartawan bertugas memantau pendistribusian BPNT untuk para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diwilayah Cipari, alangkah baiknya wartawan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak aparat setempat termasuk Babinsa dan Babinmas jika akan melakukan sebuah liputan terkait pendistribusian BPNT.

“Kangge kapayuna heg wartosan heula ka abdi dan babinsa…da TNI polri teh kan mitra sareng wartawan, kecuali pami wartawan na anu alim jadi mitra”, ucap Babinmas Cipari dengan ketikan bahasa Sunda kepada koran Sinar Pagi, Sabtu (13/8)2022) pagi tadi melalui pesan What’s App Pribadinya.

Bahkan dia menyampaikan, biasanya wartawan yang sering meliput di Polres setiap akan menayangkan suatu berita selalu koordinasi dulu dengan pihak Polres. “Soalna jika berita seperti tadi telah naik tayang, terus saya ditanya oleh beliau (Kapolsek/Kapolres-red) pastinya saya sebagai Babinmas tidak bisa menjawab,” pungkasnya.

Terpisah, Aktifis Pemerhati Kebijakan Publik, yang juga ketua LSM Jaringan Nurani Rakyat (JANUR) Tasikmalaya – Uus Firman,SE., mengaku prihatin jika sikap pemilik Agen Risma yang seharusnya melakukan klarifikasi jika keberatan dengan sebuah pemberitaan ke media, bukan minta tolong kesana kemari untuk menepis Isyu dugaan monopoli usaha agen BPNT diwilayah Cipari.

“Seharusnya pihak pemilik Agen Risma bersikap dewasa dan melakukan upaya klarifikasi atau hak jawab kepada media yang memberitakan jika memang merasa dirugikan. Bukannya ini melebarkan permasalahan dengan meminta tolong kepada beberapa orang dari lintas profesi,” ucap Uus.

Uus bahkan menduga, permasalahan ini bukan menutup kemungkinan akan semakin keruh dan meluas. Dan bisa saja, orang orang yang diduga dimintai tolong oleh agen Risma, media akan mengecap atau menjustice sebagai “Backing” agen tersebut.

Selanjutnya, Uus menyayangkan jika berdasarkan obrolan dengan pihak jurnalisnya sendiri, yang mengatakan ada statement atau ucapan salah satu aparat dimana wartawan saat bertugas meliput kegiatan pendistribusian BPNT diwilayah Cipari, sebaiknya wartawan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak aparat setempat dalam hal ini Babinsa/Babinmas.

“Wartawan itu bekerja seperti Intel, memperlihatkan identitasnya jika diperlukan, apalagi dalam hal ini sedang melakukan investigasi reporting atas dugaan pendistribusian yang diduga agen mencuri start dalam pendistribusian yang sudah ditetapkan jadwalnya oleh pihak Dinsos kota Tasik.
Termasuk investigasi temuan adanya dugaan usaha monopoli agen BPNT diwilayah tersebut. Dan lokasi wilayahnya kebetulan di kelurahan Cipari, yang nota bene wilayah ini dirasa aman aman saja. Kecuali meliput di daerah yang sedang rawan konflik atau keadaaan genting disuatu wilayah, barulah mungkin si wartawan berkoordinasi dengan pihak aparat keamanan setempat,” imbuh Uus yang Juga aktif sebagai Dewan Penasehat Forum Wartawan Tasikmalaya (FWT).

Yang terpenting, kata dia, berita si wartawan tadi bisa dipertanggung jawabkan bukan berita fitnah atau bohong serta beritanya berdasarkan sumber sumber yang dipercaya,” jelasnya

“Seandainya ada aturan, wartawan  harus berkoordinasi dengan aparat terkait pemberitaan? Justru harusnya aparat mencermati dan mensikapi pemberitaan. Kita media yang punya,legal aspek sesuai dengan ketentuan UU 40 1999 dan Dewan Pers”, pungkas Uus

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90