Ada Yang Janggal Dalam Pembangunan Taman Baru di Balaikota Tasik ?

  • Whatsapp
banner 768x98

Foto : Taman Baru di Area Balekota Tasikmalaya yang kini jadi sorotan

Pewarta : Tono Efendi

Koran Sinar Pagi, (Kota Tasikmalaya),- Pembangunan Taman Baru di Area Balaikota Tasikmalaya, rasa rasanya tak kan pernah henti dari sorotan publik, pasalnya taman yang kini terlihat baru saja selesai dibuat itu, disinyalir menyisakan kejanggalan dalam proses pekerjaannya.

Asep Budi Parjaman salah satu pegiat sekaligus pengamat Kebijakan Publik mengaku prihatin, jika pelaksanaan pembangunan taman baru di area Balaikota Tasikmalaya itu, hingga kini belum ada pihak yang berwenang untuk mencari tahu kejanggalan kejanggalan yang terjadi selama ini.

“Proyek yang didanai bagian Umum Setda Kota Tasikmalaya itu terkesan tidak transparan, dan ini terbukti sejak dimulai pekerjaan hingga selesai, tidak ada papan pengumuman nama yang menjelaskan rincian pekerjaan yang sedang dibuat oleh rekanan,” ujar Asep Budi, yang juga aktivis pencinta lingkungan kepada koran Sinar Pagi, Rabu (29/6/2022) sore tadi.

Bahkan dia beranggapan, ada beberapa kejanggalan dalam pekerjaan taman tersebut. Diantaranya seperti lahan yang digunakan area taman itu, kwalitas kesuburan tanahnya diragukan karena sebelum menjadi taman, lahan itu urugan dari beberapa Brangkal.

“Seandainya akan dibuat taman, apakah ketebalan tanah subur diatasnya diperhatikan atau tidak dan ini yang menjadi permasalahan kedepannya dimana tanaman yang di tanam tentunya tidak akan tumbuh baik, karena lahan ini sebelumnya urugan Brangkal,” kata Asep Budi.

Asep Budi pun menyoroti, terkait pembanguan taman yang menelan biaya Rp 190 juta dari bagian umum Setda Kota Tasikmalaya itu, dinilai tidak memiliki filosofi yang jelas. Termasuk rekanan yang membangun taman baru itu diragukan serta diduga tidak memiliki perusahaan yang memiliki spesifikasi khusus dibidang taman.

“Biasanya jika rekanan proyek yang membangun taman, harus memiliki SBU khusus bidang taman. Selanjutnya pembangunan sebuah taman pun harus memiliki filosofi yang jelas. Ini kan saya lihat ditengah taman hanya ada kolam yang diatasnya terdapat sebuah kendi kecil yang tergantung mengeluarkan air. Filosofi ini apa maksudnya ?,” Tanya Asep Budi sambil geleng geleng kepala.

Jika melihat dari pekerjaan tersebut, rasa rasanya anggaran yang digelontorkan untuk proyek tanpa papan nama itu, Asep Budi menilai tidak sepadan dengan pekerjaan yang dibangun.

“Silahkan lihat saja sendiri, disana ada beberapa pohon yang jumlahnya kurang lebih sepuluhan, termasuk bangunan kolam dan tempat duduk kecil hingga beberapa batu yang di cat hitam dibeberapa titik. Rumput pun terlihat corencang. Bisa ditebak, berapa pengeluaran yang harus dibeli. Angka 190 juta saya rasa terlalu besar untuk proyek ini,” ungkapnya.

Sekarang tugas pihak yang terkait seperti Inspektorat untuk mengkaji dan mengaudit kegiatan proyek yang disebut sebut siluman alias proyek tanpa papan nama ini, termasuk dugaan jika proyek ini dikerjakan oleh rekanan kukutan Pemkot, pungkas Asep Budi.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90