Pembangunan Bendungan Waepo Di Pulau Buru Terhenti Akibat Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Roy P

Pulau Buru – Pekerjaan proyek Bendungan Waeapo yang menggunakan Dana APBN Tahun Anggaran 2017 – 2022 senilai Rp2.156.898.152.000,- (Rp2,1 Triliun) sempat tertunda akibat pandaemi Covid-18.

Sesuai perencanaannya Proyek Bendungan Waeapo akan mengairi 10.000 hektar sawah di Pulau Buru, dan menghasilkan air baku dengan debit 0,5 m3/detik, serta dapat mereduksi banjir 557 m3/detik.

Bendungan ini akan dijadikan juga sebagai tempat wisata baru yang diprediksi dapat menumbuhkan perekonomian di daerah.

Pekerjaan proyek ini meliputi pembangunan bendungan utama yang ditangani oleh PT.Pembangunan Perumahan, dan PT.Adhi Karya (KSO) dengan nilai anggaran Rp untuk paket I nilai kontrak sebesar Rp1.069.480.985.000,- (Rp.1.069 Triliun).

Lalu pembangunan pelimpah atau spillway dilaksanakan oleh PT.Hutama Karya, dan PT.Jasa Konstrusksi (KSO), dengan nilai kontrak Rp1.013.417.167.000,- (Rp.1.013 Triliun). Ditambah anggaran Supervisi atau Pengawasan Rp.74 miliar, sehingga totalnya sebesar Rp.2.156 Triliun.

Bendungan type urugan zonal dengan inti tegak setinggi 72 meter ini dibangun di atas lahan seluas 444,79 hektar ini memiliki luas genangannya mencapai 235,10 hektar, dan dapat menampung air maksimal 50 juta meter kubik.

Bendungan ini digadang – gadang akan memberikan manfaat berupa aliran air untuk dipakai sebagai pembangkit listrik sebesar 8 MW yang mampu menerangi kurang lebih 8.750 rumah di wilayah Kabupaten Buru dan sekitarnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90