Duta Baca Jawa Barat Ingatkan “Zakatnya Dari Hasil Membaca Buku Adalah Menulis”

0
447

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Hari Buku Nasional diperingati pada tanggal 17 mei setiap tahunnya. Penetapan Hari Buku Nasional merupakan upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Dengan cara mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar cinta buku dan membaca.

Ketua Paguyuban Duta Baca Jawa Barat, Imam Muhamad Agung Fauzy S.Pd menyampaikan di hari buku nasional ini merupakan momentum yang tepat untuk kita mengingatkan kembali, sebelum adanya digitalisasi. Bahwa dulu itu ada buku sebagai sumber untuk mendapatkan sumber informasi yang saya katakan itu bisa dibilang akurat. Karena memang isinya itu sudah poin-poin daripada apa yang ditulis cukup jelas dan lengkap.

Mudah-mudahan buku cetak masih tetap eksis, walaupun kita juga harus mengikuti perkembangan zaman melalui buku digital. Harapannya lahirlah penulis-penulis lokal terutama di Jawa Barat dan juga duta-duta baca yang ada. Bukan hanya sekedar menyebarkan pesan literasi membaca buku, tapi juga kita harus bisa menulis buku. Sehingga harapannya ada tulisan-tulisan kita di setiap perpustakaan itu diisi oleh karya-karya kita. Ini makna untuk hari buku yang diselenggarakan setiap tahun pada 17 Mei, momen hari buku nasional mudah-mudahan menumbuhkan penulis-penulis lokal atau nasional yang terus berkembang dan karya-karyanya dihargai oleh publik.

“Jadi kita lebih menikmati karya-karya penulis lokal, sebagai bentuk apresiasi para penulis. Karena zakatnya dari membaca adalah menulis. Semakin kita banyak membaca, maka semakin banyak pengetahuan. Dari pengetahuan itu kita harus tuangkan dalam bentuk tulisan,” katanya

Menurutnya agar kualitas penulis itu lebih bagus, kita harus bisa menyediakan fasilitas, seperti halnya ada workshop menulis. Sebagai langkah sederhana untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menuangkan pemikiran berbentuk tulisan.

“Walaupun di kita ini budayanya, kebanyakan budaya bertutur yang jadi pilihan. Orang lebih senang senang mendengarkan daripada membaca kitab karya tulis. Seperti halnya lihat film ketika malam menceritakan tentang episode apa besoknya. Diceritakan nampaknya lebih seru. Tapi bagaimana perlahan kita bangun pemikiran dalam bentuk tulisan secara sederhana. Supaya orang lain juga mengetahui terkait dengan sumber pengetahuan yang kita pikirkan atau miliki itu, lalu disebar melalui karya tulis, mudah-mudahan bisa memberikan manfaat” ucapnya

Saya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder, agar lebih banyak yang  bertugas untuk peningkatan literasi masyarakat. Karena ini bukan hanya tugas Dispusipda provinsi Jawa Barat atau instansi terkait. Tetapi termasuk juga tugas kita semua  sebagai warga negara Indonesia.

Maka dari itu duta baca ini harus bisa menjadi mitra strategis dari Dispusipda kabupaten kota dan provinsi Jawa Barat khususnya. Dan bagi mereka  atau siapapun aktivis yang membidangi literasi ini bisa bersinergi satu dengan yang lainnya. “Mohon untuk tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Sebab tujuan kita sama, mungkin caranya yang berbeda. Maka perbedaan yang seperti itulah menjadi rahmat bagi kita semua untuk saling menguatkan satu dengan yang lainnya bukan untuk saling menjatuhkan” ungkapnya