Aing Urang Sunda

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)

Arteria Dahlan sa’at ini sedang rame diperbincangkan atas pernyataannya yang diduga melecehkan bahasa Sunda. Otomatis dianggap merendahkan martabat orang Sunda. Ini bukan pertama kali terkait kesundaan dilecehkan. Sebelumnya ada oknum ulama yang menyebut campur racun pada sapaan sakral sampurasun.

Siapa pun yang merendahkan martabat orang dan bahasa Sunda harus dilawan. Termasuk politisi yang merasa punya kuasa atas nama anggota DPR RI. Suatu sa’at Saya pun sebagai orang Sunda pernah berhadapan dengan oknum non Sunda yang suka intervensi di satuan pendidikan. Orang ini kebetulan pendatang.

Ia bukan orang Sunda tapi “ngacak-ngacak” kedaulatan sekolahan. Banyak sekali oknum non Sunda di Jawa Barat yang sikapnya arogan. Saya sekali lagi sebagai orang Sunda asli pernah berkonflik dengan orang yang “melecehkan” eksistensi orang Sunda.

Suatu sa’at Saya pernah memberikan perlawan verbal dengan mengatakan, “Aing urang Sunda. Taneuh tatar Sunda, cai jeung tatangkalan anu aya di tanah Sunda ngahiji jeung awak Aing. Maneh pendatang, bila perlu gelut jeung Aing”. Ini satu kisah yang pernah Saya alami saat masih jadi guru muda.

Mental orang Sunda ramah dan menerima pendatang. Karena keramahannya kadang dianggap tidak resisten pada pendatang. Namun bila orang Sunda diusik maka bisa terjadi perlawanan keras. Bukan “ngulisik” karena ngulisik bisa diartikan ada gerakan pelan bagaikan mau bangun tidur.

Sisi lain apa yang disampaikan Arteria Dahlan bisa jadi “pemantik” bagi orang Sunda agar lebih kompak dan tetap bangga sebagai orang Sunda. Sebaiknya Arteria Dahlan meminta maaf sebagaimana saran Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat. Bila tidak! Biasanya akan ada malapetaka hidup bagi siapa pun yang “main-main” dengan orang Sunda.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90