RS Medina Tahan KTP Warga Miskin, LSM Garut Mandiri Pertanyakan Fungsi BPJS

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Agus Lukman

Kabupaten Garut – Terkait kasus yang dialami Wiwin, salah satu warga Kp.Selagedang RW.10 Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, yang ditahan KTP nya akibat belum bisa membayar biaya perawatan anaknya ke RS Mediana.

Tokoh pergerakan Kecamatan Cibatu dan juga Ketua Umum LSM Laskar Garut Mandiri (LSM Lagam), Yudi Setia Kurniawan yang menerima pengaduan tersebut, mengaku akan mendatangi RS Medina mendampingi pihak masyarakat yang mengadu, demikian ucap Yudi saat dihubungi whatssapnya, Jum’at (14/01/2022)

Ketua Umum LSM Laskar Garut Mandiri (LSM Lagam), Yudi Setia Kurniawan

Dia menilai sikap RS Medina Sudah Keterlaluan, karena menahan KTP Warga yang tidak mampu demi keuntungan perusahan, padahal Medina menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan, cetusnya

“Apakah laporan kami D’ Ragam ke KPK tidak cukup atas beberapa dugaan RS Medina dalam Kasus KKN Covi-d19, dan sekarang ada lagi tindakan yang sungguh tidak beradab dan bermoral, dimana pihak RS Medina tega menahan KTP warga miskin,” cetusnya.

Padahal, lanjut Yudi, KTP tersebut bagi rakyat miskin sangat dibutuhkan saat akan mengambil program PKH dan BPNT.

Yudi mempertanyakan fungsi BPJS disana, “Diakan punya BPJS, bahkan diantar kader desa setempat, besok saya datangi RS Medina,” ujar Yudi dengan nada geram.

Dikatakan, polemik RS Mediana berlanjut setelah dilaporkan ke KPK oleh unsur D ‘Ragam terkait dugaan KKN yang terjadi dengan Pemkab Garut, dalam hal ini Bupati Garut, jelasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90