Rizal, Petani Milenial Asal Desa Nangerang  Hasilkan Uang Puluhan Juta Dari Kopi

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Jeky

Kabupaten Sumedang – Usianya memang terbilang muda baru 23 tahun dan juga masih lajang, namun untuk semangat mendulang uang, anak dari pasangan Asep Sunjana dan Ema Monalisa ini patut mendapat acungan jempol pasalnya dia bisa dibilang contoh petani milenial yang ada di kabupaten Sumedang ini.

Dia adalah Rizal Suherman Rahayu, warga Dusun Haur Kuning, Rt. 02/Rw. 07, Desa. Nangerang, Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kini dia rajin berkebun Kopi di lokasi Gunung Manglayang Sumedang yang ketinggian kebunnya sekitar 1200 MDPL.

Dari kebun kopi yang awalnya hanya seluas 150 tumbak dengan jumlah 500 pohon, dia kini memiliki 3 hektar lahan dengan jumlah tegakan mencapi 6000 pohon.

“Awalnya kami hanya menanam kopi sebanyak 500 pohon diatas lahan milik perhutani seluas 150 tumbak. Namun dalam perjalanan, kini kami sudah memiliki 6.000 pohon dengan luas lahan  sekitar 3 hektar “, ujarnya, kepada koransinarpagijuara.com, di rumahnya, Sabtu, ( 4/12/21).

Pertambahan luas itu, ucap dia, kami dapatkan dari beberapa sesama petani kopi yang lahan nya dipindahgarapkan, “Untuk pemindahgarapan itu tentunya saya mengeluarkan biaya. Dan kejadian itu bertahap tidak sekaligus”, jelas nya.

Kami memulai tanam kopi, Jelas Rizal, di tahun 2016 bersama rekan saya yang masih saudara yaitu Kang Nana, dan  berikut nya dii tahun 2018 baru kami memanen kopi tersebut walaupun jumlahnya masih sedikit.

“Tak dipungkiri untuk memulai bertani kopi memang tidak mudah, sebab kami berawal dari tidak mempunyai skill dan pengetahuan sehingga kami pun kesulitan hingga saking sulitnya saya pernah meneteskan air mata sedih. Saking kami ingin bisa namun tak ada yang rela membimbing nya”, tandas nya.

Akhirnya, lanjut dia, kami bertemu dengan Bapak Iwan, seorang pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang.

“Melalui Bapak (Iwan) ini kami mulai diarahkan dan berkat dorongan beliau disertai kami juga banyak bertanya ke pihak lain, kami pun kini sudah mulai memahami cara bertanam kopi yang baik walaupun kami masih taraf belajar”, jelasnya.

Dari usaha yang dirintisnya kini sebagai petani kopi muda ( milenial ) dia mulai merasakan manis nya sebuah perjuangan, “Kini saya mulai merasakan hasil dari usaha kerja keras kami selama ini. Terutama mulai 2019 akhir, hingga sekarang”, ujarnya sambil tersenyum.

Dari 6.000 tegakan kopi, ucap dia, kami menghasilkan 15 ton Chery dan setelah diproses bisa menghasilkan 2 ton green bean”, jelasnya.

“Alhamdulilah dari awal kami kesulitan memasarkan kopi, namun kini kami sudah ada yang menampung kopi dengan cara mereka datang ke sini sehingga kami tak perlu lagi memasarkan secara door to door”, jelasnya.

Dari usaha kebun kopi yang dijalani Rizal kini dia sudah  menghasilkan uang puluhan juta per musimnya.

“Dalam satu musim kami bisa menghasilkan uang 30 juta – an (rupiah – red) dan dirata – rata perbulannyasekitar diangka Rp.2,5 juta-an lah”, tandas Rizal.

Rizal optimis menekuni bisnis kopi yang ia geluti  sekarang mempunyai prosfek yang cerah kedepan, karena dia yakin kopi Sumedang khususnya kopi yang dihasilkan dari Gunung Manglayang mempunyai kualitas tersendiri. Oleh karena itu ia berharap ada pihak – pihak yang peduli kepadanya agar usaha nya terus berkembang hingga bisa menyerap tenaga kerja.

“Saya berharap ada pihak – pihak yang peduli kepada usaha yang sedang kami rintis agar kedepan usahanya bisa terus berkembang dan bisa menyerap tenaga kerja”, pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90