Diduga SMPN 1 Pangatikan Jual Seragam Batik, Olahraga dan Atribut Kepada Peserta Didik Baru

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Heru

Kabupaten Garut – Walaupun pelarangan penjualan seragam baik seragam apapun di sekolah yang tertuang di dalam Permendikbud No 1 Th 2021 pasal 27 dan ada sanksi bagi sekolah yang membandel, tetapi masih saja ada sekolah yang tidak menggubrisnya dengan dalih dan alasan yang di buat buat.

Seperti halnya yang terjadi di SMPN 1 Pangatikan, Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut, dimana peserta didik baru membeli seragam batik, olah raga dan atribut sekolah dengan harga Rp.400 ribu.

Beberapa murid siswa dari SMN 1 Pangatikan membenarkan bahwa peserta didik baru dan kelas 8 untuk membeli seragam batik, olahraga dan atribut serta kartu osis dan itu terkesan di wajibkan dan pembelianya melalui sekolah, ucap siswa

Sementara itu Kepala SMPN 1 Pangatikan, Jijim mengenai penjualan seragam tersebut mengakui bahwa memang ada penjualan seragam batik dan olahraga serta atribut ke murid baru dan kelas 8 yang kalau di kalkulasikan jumlah murid ada sekitar 400 siswa

Jijim menjelaskan kalau sekolah hanya mengkordinir karena ada permintaan dari pihak orang tua murid dan tidak seluruhnya membeli, tegas Jijim .

Di lain pihak sekjen Gawat (Gabungan Wartawan Nekat), Agus Lukman tanggapannya mengenai hal tersebut, menurutnya, peraturan sekolah sudah jelas hidak diperbolehkan, meskipun dengan dalih dan alasan apapun penjualan seragam melalui itu sudah di larang, tandasnya

Lanjut dia bahkan bila ada sekolah yang membandel itu kan ada sanksinya, jadi jangan melanggar aturan yang telah ditentukan

Dijelaskan seharusnya pihak sekolah peka situasi sekarang kan masih menghadapi pandemi Covid 19, hentikan praktrek-praktrek yang memberatkan orang Tua murid tersebut, ini terjadi bisa saja akibat lemah nya pengawasan dan pembinaan dari pihak Disdik Garut,” pungkasnya .

Sampai berita ini di turunkan Plt.Kadisdik Garut, Suherman belum bisa diminta tanggapannya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90