Kepala KCD Wil X Jabar Literet

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd
(Dewan Pembina PGRI dan Ketua DPP AKSI)

Sebagai aktivis PGRI Saya pernah tuliskan dan ucapkan terimakasih kepada Kepala KCD Wilayah X Dinas Pendidikan Jawa Barat. Mengapa ? Karena Beliau adalah pimpinan pendidikan yang memahami dan mengapresiasi ajuan PGRI Kab. Kuningan terkait penggunakan batik kusuma bangsa PGRI.

Ester Maori Dewayani adalah Kepala KCD yang mempelopori dan mendukung pengunaan baju batik kusuma bangsa PGRI pasca alih kelola. Sebagai guru, aktivis PGRI penggunaan batik PGRI setiap tanggal 25 adalah sebuah etika dan cinta pada organisasi. Ester Maori Dewayani nampaknya sangat memahami arti organisasi profesi guru.

Kita harus mengerti bahwa pemerintah “punya utang budi” pada PGRI. Saat pemerintah butuh kawan dan dukungan organisasi besar ketika awal kemerdekaan, maka PGRI hadir menopang pemerintah 100 hari setelah kemerdekaan. Saat pemerintah masih sempoyongan, belajar tegak mendirikan negara, butuh teman. PGRI hadir menemani. Inilah yang menyebabakan Presiden Soeharto menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional.

PGRI harus dihargai dan jangan diabaikan oleh semua pejabat di negeri ini. PGRI sebagaimana Muhamadiyah, Nahdlatul Ulama sudah hadir di negeri ini memberi kontribusi sebelum negeri ini merdeka. PGRI Lahir seusia dengan Muhammadiyah yakni tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Kepala KCD Wilayah X memahami keberadan PGRI dan strategisnya entitas guru dalam kehidupan kebangsaan kita. Tentu dalam tataran meso, dalam wilayah X di Jawa Barat, Ester Maori Dewayani sangat menghormati guru dan organissi profesi guru PGRI. Terbukti selain mendukung penggunaan batik kusuma bangsa PGRI, Ia pun sangat antusias mendorong peringatan Hari Guru Nasional diperingati dengan serius.

Bahkan sebagai penulis Saya pun diminta Beliau untuk membuat puisi yang memuliakan guru. Puisi berjudul “Untuk Guru-Guru Ku” yang dibacakan siswa SMAN 1 Plumbon, guru SMAKN 2 Banjar dan guru honorer di monument Bandung Lautan Api (BLA) adalah permintaan Beliau. Ester Maori Dewayani adalah birokrat pendidikan yang litert. Mampu membaca, memahami dan mengapresiasi guru dan anak didik.

Sebagai bentuk apresiasi dan mewakili entitas Dewan Pembina PGRI Saya berikan dua buku karya Saya. Buku yang Saya berikan berjudul “Darah Guru” dan “101 Opini DNK”. Semoga sejumlah pejabat atau birokrat pendidikan di negeri ini banyak yang literet. Literet mampu membaca, memahami dan terlibat melindungi martabat guru dan dunia pendidikan.

Sehat selalu, panjang umur para pejabat yang sangat baik pada guru. Semoga banyak pejabat pendidikan yang serupa dengan Ester Maori Dewayani. PGRI berutang budi pada para pejabat pendidikan yang sangat feka dan memulyakan martabat guru dan organisasi profesi guru. Pejabat yang afirmatif pada guru dan organisasi PGRI suatu saat akan Saya bukukan untuk “jejak digital” kemuliaan mereka

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90