Forum Pemuda Dan Mahasiswa Turatea Jeneponto Minta Bantuan Pertanian Dan Dana Posko Covid 19 Diusut Tuntas

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Awing

Kabupaten Jeneponto – Berkaitan dengan bantuan Dinas Pertanian Kab.Jeneponto Tahun Anggaran 2016-2017 berupa combine (mesin pemotong padi) yang diberikan kepada gabungan Kelompok Tani Maero Jaya, Desa Maero, Kecamatan Bontoramba yang terindikasi dijual oleh Andi Mappapada Abu Bakar yang statusnya sebagai Ketua Gapoktan sekaligus Sekretaris Desa Maero saat itu.

Selain itu, Andi Mappapada Abu Bakar diduga telah menggelapkan dana Covid-19 yang dengan secara sengaja tidak melaksanakan pembangunan Posko Covid- 19 di Desa Maero, dengan anggaran sebesar Rp.90 juta.

Kondisi di Desa Maero ujar Yusistira, Jendral lapangan aksi unjuk rasa, sangat miris, anggaran desa yang begitu fantastis tak menunjukkan perubahan apa – apa, bahkan lanjutnya, di Dusun Maero sedikit pun tak tersentuh dana desa dimasa kepemimpinan Andi Mappapada Abu Bakar.

“Kami menilai Kepala Desa Maero telah gagal untuk mewujudkan cita – cita Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, dan juga meminta kepada kejaksaan untuk memeriksa Anggaran Dana Desa Tahun 2021,” katanya.

Dikatakan, Dana Desa hadir diharapkan mampu membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa, tetapi hal itu mungkin hanya terjadi dibeberapa desa dan tidak di Desa Maero.

“Kami melihat bahwa di Desa Maero, Dana Desa cenderung hanya digunakan sebagai alat untuk memenuhi hasrat pribadi kepala desa atau dengan kata lain hanya ingin keuntungan saja,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikapnya, para mahasiswa meminta kepada Kejaksaan Negeri untuk mengaudit Dana Desa Maero Tahun 2020-2021 dan mempercepat penanganan indikasi korupsi rumah Gepeng Garassikang.

“Apabila dalam waktu 7×24 jam pihak Kejaksaan Negeri tidak mengindahkan tuntutan ini, maka kami akan kembali menggelar aksi maraton di Kejaksaan Negeri Kab.Jeneponto,” pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90