Bangun Kolaborasi APIP, Kawal Program Strategis Pembangunan Daerah.

Pewarta. : Sermon Simanihuruk

Koran SINAR PAGI, PANGKALPINANG, – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman bangun sinergi dan kolaborasi antara Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), baik Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Inspektorat, maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Aparat Penegak Hukum (APH). Hal ini guna mengawal program strategis pembangunan daerah di Bangka Belitung.

“Kolaborasi pihak-pihak tersebut akan membangun perspektif yang lebih komprehensif dalam pengawalan akuntabilitas, efektivitas kegiatan, serta ketaatan pada peraturan perundang-undangan,” terang Gubernur Erzaldi saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Pengawasan Intern Keuangan dan Pembangunan Tingkat Provinsi Kepulauan Babel Tahun 2021, Selasa (6/4/2021), di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Babel.

Pada kesempatan ini, Bang ER – sapaannya, menginginkan BPKP menjadi mitra yang dapat membina, agar arah pembangunan tepat sasaran. Terlebih saat ini Babel sedang bertranformasi dari sektor pertambangan menuju sektor pariwisata, sesuai dengan peran APIP dalam mengawal pembangunan pariwisata dan peningkatan ruang fiskal daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

Orang nomor satu di Babel ini mengatakan Pemprov. Babel sebelumnya telah meminta pendampingan pada program pengembangan perkebunan, khusus pengembangan lada sejak tahun 2018. Dan sektor pariwisata, telah dilakukan pendampingan sejak tahun 2019. Dalam hal ini, BPKP telah melakukan pemeriksaan secara khusus.

Lebih jauh, gubernur penerima SAKIP Award 2019 ini menjelaskan bahwa aspek pencegahan harus lebih dikedepankan. Dirinya memprioritaskan sikap proaktif, dengan tidak menunggu sampai terjadinya masalah. Dengan adanya komitmen bersama atas pendeteksian dini permasalahan serta perumusan solusi, maka akuntabilitas dapat terjaga dan manfaatnya akan betul-betul sampai kepada masyarakat.

“Kalau ada potensi masalah, segera ingatkan, jangan sampai pejabat dan aparat pemerintah dibiarkan terperosok. Bangun sistem peringatan dini (early warning system), serta perkuat tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Disamping itu, Gubernur Erzaldi mengingatkan, Bangka Belitung yang terkenal sebagai penghasil timah memiliki ekosistem unik sehingga menjadi kandidat Unesco sebagai wilayah Geopark. Bangka Belitung juga merupakan salah satu sentra penghasil sarang burung walet yang terus tumbuh dan diharapkan dapat menyokong penerimaan daerah. Kedua isu strategis ini kemudian diangkat sebagai tema pengawasan intern, yaitu Pengelolaan Pariwisata khususnya Geopark Nasional Belitong dan Optimalisasi Pendapatan Daerah dari Sarang Burung Walet.

Sementara itu, Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara, Sally Salamah menjelaskan kolaborasi diawali dengan perancangan tahapan pengawasan, mulai dari analisis isu strategis dan identifikasi risiko pembangunan nasional maupun daerah, penentuan rencana pengawasan tematik, desain pengawasan dan rencana aksi pengawasan, serta implementasi rencana pengawasan untuk menghasilkan rekomendasi perbaikan tata kelola yang baik.

“Kolaborasi BPKP dan APIP Daerah dalam mengawal pembangunan pariwisata dan peningkatan ruang fiskal daerah merupakan strategi kunci, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan Pimpinan KPK RI, Lili Pintauli Siregar, bahwa ada beberapa area yang harus diperhatikan APIP. Di antaranya adalah perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, perizinan, manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah, dan tata kelola dana desa.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari KPK RI, Kepala Perwakilan BPKP Babel, Inspektur IV Itjen Kementerian Dalam Negeri, dan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan Inspektur Babel sebagai moderator. Dilanjutkan dengan pengukuhan Dewan Pengurus Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) Wilayah Babel serta penandatanganan komitmen bersama terkait rencana aksi pengawasan di wilayah Babel.

Turut hadir dalam acara, Wakil Ketua DPRD Babel beserta anggota, Bupati/Walikota se-Babel, dan Sekda se-Babel.

(1)