H.Amin Abdullah KS Pahlawan

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Pengurus Besar PGRI)

Transnews.co.id menuliskan bahwa Satreskrim Polres Sukabumi menangkap 9 orang oknum wartawan yang diduga telah melakukan pemerasan kepada Kepala Sekolah (KS) SDN Tangkolo, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Ini satu pemberitaan yang bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Banyaknya oknum wartawan yang suka mengintimidasi, modusan dan pulusan, ujung-ujungnya pulus terjadi dimana-mana. Ini “penyakit sosial” di entitas oknum wartawan yang sering terjadi hampir menimpa semua sekolahan. Kisah 9 orang oknum wartawan yang ditangkap Polisi bisa jadi sebuah wajah buruk dunia jurnalisme kita.

Seorang wartawan yang tak mau disebutkan namanya saat Saya wawancara mengatakan, “Gara-gara oknum wartawan seperti itu, profesi kami kena imbasnya”. Ya, kasihan entitas wartawan yang baik dan profesional jadi terbawa “bau” karena perbuatan mereka yang lebih intimidatif, kolutif dan tak memahami kode etik jurnalistik.

Oknum wartawan yang menjauh dari kode etik jurnalistik adalah bagian dari sisi buruk entitas dunia jurnalistik. Dapat dipastikan mereka yang aba-abal, atau laba-laba tak punya sertifikat jurnalistik. Dapat dipastikan mereka hanya numpang nama. Mereka tak pandai menulis berita tapi pandai mengintimidasi dan mencari masalah bukan mencari berita.

Sosok H.Amin Abdullah seorang kepala sekolah yang berjiwa guru, berhati pendidik tentu melihat bentuk intimidasi, modus dan pemerasan gaya oknum wartawan abal-abal harus dilawan. H.Amin adalah seorang muslim yang tentu memegang teguh ajaran agama yang dianutnya. Ia lillah “melawan” ketidakadilan yang menimpa dirinya.

H.Amin pun adalah pengurus dan pejuang guru di PGRI. Ia adalah sosok kepala sekolah pahlawan yang selalu melayani para guru, anak didik dan aktif dimasyarakat. Ia seorang guru sejati. Guru sejati akan selalu berusaha “melawan” segala bentuk kebodohan, pembodohan dan ketakwarasan yang ada dihadapannya. Termasuk tindak pemerasan oleh 9 orang oknum wartawan.

H.Amin tentu bukan manusia sempurna, sebagai kepala sekolah Ia pun sudah berusaha maksimal mengelola sekolah sebaik mungkin sebagaimana umumnya sekolah di daerah. Tidak ada tindakan atau kebijakan yang “terlalu” atau sangat menyimpang dari manajerial yang Ia lakukan di sekolahnya.

H.Amin mengatakan, “Saya tertekan, terhina dan terintimidasi,” Ungkapan ini adalah sebuah ekspresi seorang berjiwa guru. Seorang yang benar-benar berjiwa guru akan merasa tertekan, terhina, teraniaya, bila ada ketidakjujuran dan intimidasi yang terlalu. Profesi guru itu harus dihormati dan dimuliakan bukan malah diintimidasi dan diperas. Sosok H.Amin sebagai guru, aparatur negara bidang pendidikan dan sebagai warga negara tentu memberontak.

H.Amin lapor polisi, bersinergi dengan PGRI dan berusaha memberikan “edukasi” pada publik. Khususnya publik oknum jurnalis yang cenderung modusan, pulusan dan menebar teror di sejumlah sekolahan. Idealnya dua profesi mulia, guru dan wartawan saling “berbagi” berita dalam da’wah pendidikan. Guru dan wartawan harus jadi educater publik terkait pendidikan.

Jarang sekali sosok kepala sekolah sepahlawan H.Amin, berani “melawan” sekelompok oknum wartawan yang pola “kerjanya” intimidatif dan memeras. Pola oknum wartawan yang intimidatif dengan bahasa klise “akan dilaporkan pada kejaksaan” adalah pola modus. Sebagai Ketua PB PGRI Saya sarankan pada pejabat Kejaksaan agar berhati-hati menghadapi entitas oknum jurnalis yang sembarangan “menjual” nama baik institusi kejaksaan.

Sebagai Ketua PB PGRI Saya apresiasi kepala sekolah pemberani seperti H.Amin Abdullah. Ia layak dilindungi oleh LKBH PGRI dan jutaan jamaah guru di Indonesia. PGRI Kabupaten Sukabumi, PGRI Provinsi Jawa Barat dan PGRI Pusat atau PB PGRI harus memberi perlindungan, dukungan dan pengawalan pada kasus ini.

H.Amin Abduah adaah KS pahawan. Ia guru sejati, sejatinya guru yang ingin menjadi teladan bagi anak didik, guru dan masyarakat. Terutama di jaman yang semakin edan dan meminjam istilah Ade Londok ma’af “Anjng bangettz”. Jaman yang makin rudet dan ruwet semakin dibutuhkan orang-orang baik seperti H.Amin Abdullah. KS Pahlawan, Pahlawan KS !

(368)