Solusi Cerdik Kadisdik Jabar

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Kepala SMAN1 Parungpanjang)

Dempat heboh dunia “persilatan” pendidikan kita terkait apa yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Ia menyatakan bahwa lulusan SMK menjadi penyumbang pengangguran tertinggi di Jawa Barat. Selanjutnya Ia mengatakan bukan tidak mungkin SMK yang tidak produktif mencetak lulusan siap bekerja, akan dibubarkan.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statitik, SMK menjadi penyumbang terbanyak pengangguran dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. Dilihat dari tingkat pendidikan, SMK masih yang paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,49 persen (Liputan6.com).

Ridwan Kamil mengharapkan sistem pendidikan SMK harus mengikuti perkembangan saat ini. Hal itu sesuai dengan arah ekonomi nasional. Saat ini Disdik Provinsi Jawa Barat dibawah kendali Dedi Supandi nampak bergeliat cerdik menjawab “kesulitan” lulusan SMK. Dedi Supandi saat ini mengadakan kerja sama dengan Politeknik Manufaturing (Polman) Bandung.

Salah satu solusi dan lompatan Dedi Supandi dalam menjawab persoalan lulusan SMK adalah dibangunnya Polman Bandung di Majalengka yang terintegrasi dengan SMK melalui program SMK D2-Fast Track. Selanjutnya akan berjalan pelaksanaan kerja sama antara politeknik, SMK dan industri. Nanti akan muncul SMK D-2 Fast Track di daerah Majalengka, Cirebon dan sekitar segitiga Rebana.

Dedi Supandi cukup cerdik menjawab harapan Gubernur Ridawan Kamil yang mengharapkan agar SMK mampu merubah pola pendidikannya. Pola pendidikan keahlian yang sesuai dengan tuntutan jamannya. Kerjasama atau MOU antara Disdik Jabar dengan Polman Bandung adalah sebuah upaya menjawab lulusan SMK agar lebih ahli dan menjadi tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai tuntutan lapangan pekerjaan.

Para pelajar SMK hari ini kelak akan menjadi penghuni masa depan yang harus produktif, kompeten dan menjadi SDM andalan. Setidaknya 25 tahun ke depan di era bonus demografi, bangsa kita, khususnya lulusan SMK Jawa Barat menjadi sangat produktif dan terciptanya kesejahteraan bangsa yang lebih baik.

Pelajar lulusan SMK hari ini adalah SDM dan pekerja masa depan yang akan sangat diandalkan. Dedi Supandi nampaknya sangat memahami persoalan lulusan SMK yang dianggap sebagai penyuplai pengangguran terdidik tertinggi. Hadirnya MOU antara Disdik Provinsi Jawa Barat dan Polman Bandung adalah solusi yang baik.

Era disrupsi adalah era tuntutan serba cepat dan mendadak. Lulusan SMK harus waspada. Melanjutkan pendidikan dan bekerjasama dengan Polman Bandung adalah sebuah langkah cerdik. Sebuah upaya “menyelamatkan” lulusan SMK agar lebih “kontekstual” dengan tuntutan lapangan pekerjaan yang selalu berubah.

Apresiasi untuk Kadisdik Jawa Barat yang terus melakukan lompatan cendik menyelesaikan satu persatu dinamika persoalan pendidikan, khususnya di Jawa Barat. Jabar Juara Lahir Batin adalah “visi bersama” yang harus didukung semua pihak. Tidak ada persoalan yang sulit bila dihadapi bersama, kolaboratif dengan spirit keinovasian.

(15)