Kadisdik Jabar Sahabat PGRI

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Pengurus Besar PGRI)

Pepatah China klasik mengatakan “Gambar Mewakili 1000 Kata-Kata”. Pepatah ini mengingatkan Saya pada gambar Kadisdik Provinsi Jawa Barat yang gagah menggunakan batik Kusuma bangsa PGRI di momen HUT PGRI. Bagi anggota dan pengurus PGRI militan siapa saja pejabat yang menggunakan batik kusuma bangsa PGRI di momen HUT PGRI dan HGN adalah pejabat yang empatik.

Sebaliknya siapa saja pejabat yang “alergi” tak pernah terlihat menggunakan batik kusuma bangsa PGRI di momen HUT PGRI dan HGN dipersepsi tak empatik dan bukan sahabat PGRI. Ini satu persepsi yang agak emosional terjadi dilapangan para guru anggota PGRI. Para guru dan anggota PGRI paling bahagia bila melihat para pejabat menggunakan batik kusuma bangsa PGRI di HUT PGRI dan momen ke PGRI an lainnya.

Gambar yang gagah dari Kadisdik Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi saat momen HUT PGRI dan HGN membuat kesan tersendiri. Hampir di semua sekolah jenjang SMA/SMK/SLB ada baliho Kadisdik Dedi Supandi menggunakan batik kusuma bangsa PGRI, ini dipersepsi bahwa Kadisdik adalah sahabat guru, sahabat PGRI.

Kadisdik Dedi Supandi saat beraudiensi dengan PGRI Jawa Barat mengatakan, “PGRI sebagai lembaga pendidikan tentu ingin memberikan yang terbaik bagi seluruh insan pendidikan. Tentu Saya dukung. Saya berharap, keberadaan kita (Dinas Pendidikan dan PGRI) ini memberikan manfaat bagi masyarakat.” Ucapan ini salah satu bentuk komitmen seorang Kadisdik yang bersahabat dengan PGRI.

Sebagai Ketua Pengurus Besar PGRI Saya mengapresiasi Kadisdik Provinsi Jawa Barat yang telah action nyata. Diantara action nyata Kadisdik Jawa Barat yang dirasakan langsung para guru adalah : 1) guru honorer SMA/SMK/SLB mendapatkan SKKD, 2) guru honorer mulai menerima TPG, 3) guru honorer mendapatkan upah dari BOPD, 4) keluarnya SK Kacadisdik bagi honorer baru sekolah, 5) guru honorer bisa jadi staf wakasek yang dibayar provinsi.

Nampaknya sosok Dedi Supandi adalah Kadisdik “pelayan” guru yang memahami dinamika finansial dan sejumlah permasalahan di lapangan. Semoga para pejabat di negeri ini, terutama yang bergerak dibidang pendidikan lebih bersahabat dengan PGRI dan para guru. Sebagaimana dicontohkan sosok Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi.

Jabar juara tentu tak bisa lahir dari kerja sepihak, dibutuhkan kolaborasi dengan sejumlah pihak terkait. Disdik Provinsi Jawa Barat dan PGRI adalah bagian dari ekosistem pendidikan yang harus padu, kolaboratif, saling menguatkan menuju Jabar Juara Lahir Batin.

Sukses pendidikan adalah suksesnya kolaborasi saling melengkapi, melindungi dan kompak mengabdi berbasis prestasi dan dedikasi. Jabar Juara Lahir Batin adalah mimpi bersama yang harus diwujudkan bersama dan dirasakan semua lapisan masyarakat.

(21)