Pemuda Pancasila Cisaga Datangi BRI Unit Pertanyakan Pencairan Bantuan UMKM

Pewarta : A Y Saputra

Koran SiNAR PAGI, Kabupaten Ciamis – Dengan adanya pencairan bantuan UMKM ada yang terjadi kesalahan data salah satunya yang terjadi pada Titi warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Cisaga, Kamis (14/01/2020).

Berawal Titi mengajukan bantuan UMKM melalui Dinas Koperasi Kabupaten Ciamis melalui Kolektif dari Desanya sudah sekian lama akhirnya nomor NIK KTP Titi keluar sebagai penerima bantuan namun alangkah terkejutnya setelah di Cek ke pihak BRI Unit Cisaga yang muncul nama orang lain

Ironisnya nama yang muncul di BRI atas nama Dedi nama seorang kepala desa Wangunjaya Kecamatan Cisaga di mana tempat Titi tinggal di desa tersebut,Titi menghadap ke Dinas Koperasi dan disarankan untuk membuat surat keterangan salah nama dari desa dimana Titi tinggal.

Kemudian Titi menghadap lagi kepada Kepala Unit BRI Cisaga sambil membawa keterangan dari desa namun tetap bantuan UMKM masih tidak bisa dicairkan,mendapat jawaban yang tidak memuaskan akhirnya mengadu kepada suami yang merupakan salah satu anggota Ormas Pemuda Pancasila.

Akhirnya Wawan ( suami Titi) di dampingi Ari Ibro Sekjen PP PAC Cisaga,hadir juga anggota Polsek dan Babinsa Cisaga,kepala BRI Unit Cisaga Dian mengatakan” saya tidak ada kewenangan silahkan Ibu Titi bersama Pak Kades menghadap BRI Cabang Banjar” dan adu argumen terjadi,di duga Kepala BRI Unit Cisaga tidak bisa menjawab seakan lepas tanggung jawab dan melimpahkan ke BRI Cabang Banjar.

Kepala Desa Wangunjaya Dedi dalam argumen mengatakan “BRI Cabang itu pimpinan Bapak mengapa kami yang harus datang ke BRI Cabang,saya di sini memperjuangkan hak warga saya “akibat jengkel dan banyak pekerjaan yang harus di urus kepala desa keluar meninggalkan Kantor BRI Unit dengan perasaan kesal.

Permasalahan tidak kunjung usai dan Kepala BRI Cabang Banjar akhirnya datang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut setelah dibeberkan permasalahan tersebut akhirnya mendapatkan titik temu permasalahanpun bisa di selesaikan tanpa waktu lama.

Kepala BRI Cabang Banjar, Didin Abidin saat di wawancara mengatakan kejadian seperi bukan kali ini saja hanya salah paham akibat data yang begitu banyak hingga terjadi Human eror dan salah masukan data, pungkasnya.

(263)