Persit Kartika Candra Kirana Cab.39 Kodim 0404/ME / Koramil 0404-08/RL, Adakan Sosialisasi Pembuatan POC

Pewarta : Iwan Brata

Koran SINAR PAGI, Kab.Muara Enim – Ibu Gusnety dari Kartika Candra Kirana Cabang 39 Kodim 0404 Koorcab Rem 044 PD 11 Sriwijaya, yang merupakan istri dari Serda Hidayat Anggota Koramil 08/RL, Babinsa Desa Beringin mengadakan acara sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) kepada ibu – ibu Persit.

Hal ini dilakukan agar ibu – ibu rumah tangga kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan limbah sampah rumah tangga.

Bahan – bahan untuk pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) merupakan sampah rumah tangga, seperti Em4 (Sumber Mikroba), Gula (Maknan Mikroba) Kulit Pisang, sisa sayuran, ampas Tebu, Pupuk Urea, Pupuk Kandang, dan Air 100 liter.

Cara pembuatan POC adalah, Air kurang lebih 20 liter dimasukan kedalam Drum kemudian masukan Em4 dan gula lalu diaduk hingga rata dan diamkan selama 20 menit, agar mikroba berkembang.

Setelah 20 menit, kemudian masukan bahan – bahan lain seperti, kulit pisang, ampas tebu, pupuk kandang, pupuk urea, sebagai untuk mempercepat proses pembusukan.

Selanjutnya, setelah bahan – bahan masuk aduk sampai rata, bercampur dengan air sampai seratus liter, tutup Drum, “Jangan lupa dikasih celah untuk penguapan, selang jangan sampai terendam air di dalam drum, dan ujung selang yang di luar harus dimasukan dalam botol air mineral yang berisi air, tujuannya agar udara dari luar tidak masuk ke dalam drum, lalu diamkan selama 21 hari, setelah proses permentasi selama 21 hari pupuk organik cair sudah siap digunakan,” tutur, Gusnety.

Cara penggunaan Pupuk Organik Cair sebagai berikut, seperti tanaman lunak sayur – sayuran, bunga dan lain lainya, “Perbandingannya 1 leter Pupuk Organik Cair (POC) dicampur dengan 100 liter Air, sedangkan untuk batang yang keras, seperti mangga, rambutan dan sejenisnya, 1 liter POC dicampur dengan air 10 liter,” tambahnya.

Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi kompos atau Pupuk Organik Cair sangat bermanfaat bagi tanaman atau tumbuhan, karena tidak mengandung zat kimia, jadi hasil tanamannyapun akan tumbuh subur dan sehat untuk dikonsumsi tanpa efek kimiawi, ujarnya.

(27)