Ustadz Ruslan: “Pernikahan Ikatan Kuat MenJaga Diri & Keluarga Dari Api Neraka”

Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Jodoh tidak akan terhalang kondisi dan situasi, walaupun masa pandemi. Jika Alloh sudah berkehendak maka tak ada yang bisa menghalangi, sehingga semuanya dipermudah untuk dilalui. Terbukti dari sepasang pengantin bernama Dede dan Andini melangsungkan akad nikah dan walimatul Ursy di TK As-Syifa Jl Cicukang 26 Mekar Rahayu pada 10 januari 2021.

Hadir dalam acara tersebut. Sebagai penceramah khutbah nikah Ustadz Rusalan Gunawan S.Ag pembina Majelis Taklim Syubbanul Uluum membahas landasan pernikahan untuk mencapai keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah.

Ustadz Ruslan pada awal isi cermahnya menyampaikan setiap pasangan pengantin harus meyakini pertemuannya karena sudah takdir yang telah tercatat. Dipilih langsung oleh Alloh, Robb yang menciptakan berpasangan. Diantaranya Dede dengan Dini, maka jalani konsekuensinya dari niat penikahan ini.

Hari ini bertemu mengikat janji. Jika kedepannya sikap satu sama lain tidak sesuai harapan. Maka kembalikanlah kepada Alloh dan rosulnya. Dengan berpedoman pada Al- quran, hadist dan nasihat ulama.

Berpedoman pada surah An-Nahl ayat 43, Allah menegaskan, “fas`alu ahla adz-dzikri inkuntum laa ta’lamuun.” Artinya, “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”

Jadi jangan umbar status ke sana kesini kalau ada masalah. Jangan umbar ke sembarang manusia. Tapi tanyakan langsung kepada orang yang berilmu diantara kita.

Ustadz Ruslan menyimpulkan Pernikahan ini bentuk ikatan yg saklar/suci. Ikatan kuat karena Alloh. Untuk meraih keluarga sakinah mawaddah warohmah. Semua itu bersumber pada ridho Alloh melalui jalan ketatatan dan ketakwaan.

Maka dikemudian hari jika banyak persoalan, fitnah dan ujian. Sudah semestinya kembali kepada Alloh.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim ayat 6)

Imam Ibnu Katsir, menjelaskan maksudnya ayat itu ialah mendidik/membangun keluarga dengan ilmu agama untuk mencapai keistiqomahan.

Pada akhir khutbah nikahnya, Ustadz mendo’akan. “Semoga pernikahan ini dicatatan oleh Alloh sebagai bentuk penghambaan yang sempurna”

(23)