Masjid Jadi Tolak Ukur Sehat / Tidaknya Keimanan Umat Islam Di Wilayahnya

Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Kabupaten Bandung)-, Kemakmuran masjid menjadi tolak ukur sehat atau tidaknya keimanan umat Islam di wilayah sekitarnya karena masjid menjadi tempat ibadah sifatnya wajib untuk membangun ukhuwah islamiyah.

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. At-Taubah ayat 18).

Amir Jamaah Tabligh Ustadz Yusuf menyampaikan kegiatan kami di sini adalah untuk memakmurkan masjid. Amal ibadah seperti ini berlangsung dari masjid ke masjid. Setiap kelompok terdiri dari anggota yang berasal dari wilayah yang berbeda. Ada yang dari suku Sunda, Jawa sama Palembang, ucapnya di Masjid Al Badar Katapang.

Rangkaian kegiatannya mulai dari bangun sebelum waktu subuh tahajud dan secara khusus berdo’a untuk warga sekitar masjid agar senantiasa mendapatkan hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dilanjut dengan kajian ba’da subuh, lalu kegiatan silaturahmi ke warga pada siang hari, sore hari dan malam hari. Jama’ah pada dasarnya diarahkan untuk mengunjungi atau bersilaturahmi ke warga sekitar masjid dan mengajak ke masjid untuk salat lima waktu dan mengikuti kajian di masjid.

Menurut Ustadz Yusuf selain itu juga ada kajian rutin sebelum salat ataupun sesudah salat bersama jamaah masjid. Pada ahir rangkaian ibadah jama’ah membawa kitab-kitab karya ulama untuk diberikan secara khusus kepada jamaah masjid yang semangat atau warga sekitar yang ingin mendalami agama. Kitab-kitab yang disebar itu syukur-syukur menjadi jalan hidayah dengan membacanya dan mempelajarinya bersama-sama.

(6)