Kiat Sukses Poligami

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Penulis Buku Narasi Spiritual)

Segala niat ibadah itu baik. Segala hal yang mendatangkan manfaat itu baik. Segala yang mengikuti pola para nabi itu baik. Sebaliknya segala hal yang tidak dilakukan berdasarkan ilmunya sekali pun niat ibadah bisa repot. Bukankah menolong orang lain itu ibadah ? Namun bisa jadi gara-gara menolong copet yang dikeroyok masa agar tidak terbunuh malah dianggap teman copet dan akhirnya belur babak dipukuli.

Itulah kehidupan. Maka ilmu agama, ilmu budaya dan ilmu adaptasi terhadap tantangan kehidupan mesti dimiliki. Niat baik dan mengikuti apa yang dianjurkan orang-orang soleh belum tentu kita mampu menjalaninya. Bisa jadi niat baik, niat ibadah malah berantakan. Bukankah poligami itu halal ? Mengapa mayoritas bisa bermasalah ?.

Sejumlah penceramah kondang dan tokoh nasional melakukan poligami. Tidak semua sukses melakukan “manuver” dalam berpoligami. Beberapa gagal di tengah jalan dan mayoritas “menyingkirkan” yang tua dan mingkem bersama yang muda. Merintis karir pahit manis, penuh derita bersama yang tua, menikmati kejayaan dengan yang muda. Itulah mayoritas dimensi poligami.

Menarik apa yang disampaikan sahabat Saya seorang “praktisi” poligami. Ia sok ganteng dan so laki bangetz. Menurutnya ada ilmu sukses terkait poligami adegan ini jangan ditiru kecuali oleh yang ahli, Ia mengatakan, “Ingat pilihan poligami cuma ada 2. Pertama jadi anugerah dan kedua jadi musibah”.

Ada satu kalimat yang wow dari sahabatku ini, Ia mengatakan, “Orang yg belum pernah berpoligami jangan pernah merasa sebagai suami yg adil”. Ahaa, artinya orang yang monogami ukuran adilnya gajebo, gak jelas. Tidak teruji. Tidak ada pembanding. Wah kaya timbangan nih? Bila kita lihat timbangan kalau sama berat (adil) maka timbangan sejajar. Bila berat sebelah maka akan terlihat tak seimbang.

Sahabatku ini nampak seperti “mendiskreditkan” para pria yang tidak poligami. Seolah yang tidak poligami belum terbukti dalam ujian keadilan. Ia seolah menjelaskan bahwa yang tidak poligami atau hanya beristri satu tidak teruji. Pria yang adil bukan pria yang baik-baik pada satu istri. Mesti ada pembanding. Hadeuh, ada-ada saja. Komedi poligami yang menghibur juga.

Lebih unik Ia bernarasi tentang kiat sukses poligami diantaranya adalah sebagai berikut : 1) belajar dari kejujuran, 2) mulai dengan memberikan permohonan ijin dalam bahasa tubuh dan bahasa isyarat, 3) berikan keseharian dan rasa sayang yang luar biasa pada pasangan agar tidak merasa kehilangan, 4) biasakan komunikasi dengan kata-kata menyentuh ke arah sana (poligami) dengan bahasa yang halus, 5) jangan melawan kata hati kita kalau ada keinginan, 6) Sampaikan apa yang ada dalam pikiran dan kata hati.

Selanjutnya Ia menyindir diantara penderita stroke adalah ketika ada keinginan yang tak terlaksana. Pada umumnya setiap pria ada keinginan, mimpi dan membayangkan lebih dari satu perempuan. Hadeuh, faktanya secara psikologis emang demikian. Ia mengatakan jika ini impian, keinginan tidak tersampaikan maka anda adalah calon penderita sakit stroke. Waduh ?

Menurut seorang perempuan hebat, dikatakan bahwa “Istri yang hebat itu bukan karena pendidikan tinggi, bukan karirnya selangit, dan bukan pula yang hartanya banyak. Melainkan istri yang hebat itu adalah istri yang selalu bisa membuat suami tersenyum dan bahagia disampingnya dalam keadaan apapun”.

Ini kalimat terakhir yang menyengat yang sahabat Saya sampaikan, “Istri yang solehah adalah istri yang ridho memberikan suami untuk berbagi”. Berbagi suami ? Wah, wah tentu sangat sulit bahkan tak mungkin faktanya. Tapi benar dalam ajaran agama bahwa amalan terbaik dalam berbagi adalah memberikan apa yang paling kita cintai pada orang lain yang membutuhkan. Waduh ?

Fakta sejarah membuktikan demi ibadah kepada Allah Nabi Ibrahim AS memberikan hal yang paling disayanginya untuk berbagi (berkurban) untuk orang lain. Tiada lain adalah putra paling dicintainya yakni Nabi Ismail AS. Pesan subtantifnya ibadah terbaik adalah ketika kita tidak menTuhankan anak, suami, harta dan tahta. Berikan dan berbagilah demi ibadah pada sesama. Bisakah kiat sukses poligami ini diterapkan ? Ahaa….

Sekali lagi “adegan sulit” di atas hanya bisa dilakukan oleh ahlinya. Semoga para lelaki tidak menjadi ahli versi perempuan dan tetap menjadi anggota setia ISTK (Ikatan Suami Takut Kapolda). Narasi ini hanyalah hiburan. Walau pun faktanya kita harus belajar ikhlas dan belajar berbagi bahkan belajar kehilangan. Apa pun yang kita miliki akan hilang bahkan diri kita sendiri akan binasa dan berbagi dengan cacing tanah dan mikroba. Subhanallah

(9)