“Hamba Allah” Kembali Bagi-bagi Amplop ke Kampung Babakan Desa Tonjong Palabuhan Ratu

Pewarta : Romli Kahar

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi – Patut angkat topi dan memberikan apresiasi kepada setiap orang yang menunjukkan sikap suka berbagi, baik memberi hadiah secara pribadi atau dalam sebuah acara yang semangatnya meyakini bisa menular kepada orang lain.

Seperti yang dilakukan oleh seorang Hamba Allah, Kamis sore Pukul 16:00 (19/11/20) di Kampung Babakan RT/10 dan 11 RW 7 Desa Tonjong Pelabuhan Ratu, bekerja sama dengan Pemuda Karang Taruna Karya Tunas Muda setempat.

Hamba Allah yang tidak mau disebutkan namanya ini telah membagi-bagikan amplop berisi sejumlah uang tunai kepada fakir miskin, orang tua jompo dan anak-anak yatim piatu .

Dermawan ini adalah seorang pengusaha yang tinggal di Palabuhanratu, “Ini kali keduanya setelah beberapa waktu yang lalu melakukan hal yang sama,” kata Boank (Saiful Hidayat) nama lengkap salah seorang pemuda karang taruna DesaTonjong yang tinggal di Kampung Babakan tersebut.

Dijelaskan oleh Iwan, salah satu tokoh pemuda karang taruna Karya Tunas Muda, Ada sekitar 33 orang jompo dan 24 anak yatim yang sudah mendapatkan santunan, “Semoga Hamba Allah yang tidak mau di sebutkan namanya ini mendapat kan imbalan Rizki yang berlipat ganda dari sebelumnya Amien,” ungkapnya.

Walaupun dadakan acara ini berjalan dengan lancar, Kita hanya mendampingi saja, dan menunjukkan dimana tempat tinggal orang-orang yang akan diberi santunan tersebut, dengan cara mendatangi langsung dari pintu ke pintu ke rumah para jompo, tambah Iwan.

Yanto, salah satu tokoh pemuda setempat menambahkan, untuk mempermudah Hamba Allah dalam memberikan santunan tersebut, pihaknya berusaha mengumpulkan para anak yatim dalam satu tempat.

“Alhamdulillah, acara tersebut berlangsung lancar di mulai pukul 16.00 dan berakhir pada pukul 17.30 wib,” pungkasnya.

Acara santunan dadakan oleh Hamba Allah yang tidak pernah di agendakan ini semoga menjadikan kita semua sadar bahwa mereka para penerima santunan itu memang nyata – nyata mengharapkan bantuan, ada doa mengalir tulus dari mulut mereka selain terimakasih usai diberi, sementara itu dari si pemberi ada kebahagiaan bisa berbagi, bukan nilai pemberian yang menjadi tolok ukur keberhasilan acara santunan, namun peningkatan karakter sosial seseorang itulah pelajaran berharga yang nilainya lebih dari sekedar uang rasa syukur, rasa mengasihi kepada sesama manusia ini adalah nilai lebih dari acara santunan,” tambahnya.

(64)