Reses Anggota DPRD Jabar Turun Ke Garut Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Pewarta: D. Arifin

Koran SINAR PAGI (Garut)-, Saat masa reses anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari  Fraksi PAN Ade Kaca melakukan serangkaian kunjungan ke desa-desa di wilayah  Kabupaten Garut memastikan warga mentaati protokol kesehatan dalam menjalani pandemi covid 19.

Informasi yang dihimpun media online di lokasi. Pada kegiatan reses tahun 2020-2021, Ade Kaca memfokuskan kegiatannya untuk membantu mensosialisasikan Protokol Kesehatan dengan  bertemu jajaran Pemerintah Kecamatan Pameungpeuk, Garut Selatan.

Politikus PAN yang terkenal vokal ini menggelar silahturahmi dengan semua jajaran pemerintah kecamatan Pameungpeuk sambil  menjaring aspirasi masyarakat langsung dari bawah.

“Kami juga dituntut untuk turut menyosialisasikan pentingnya disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Dimasa diberlakukannya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal,” ujar Ade Kaca kepada wartawan

Dalam kesempatannya Ade Kaca membahas beberapa permasalahan yang bisa di perjuangkan ke dalam program-program pemerintah provinsi Jabar pada penganggaran APBD Jabar.

Ade melihat masih banyak rumah tidak layak huni dan kurangnya sarana ibadah yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk diperbaiki.

“Melihat dengan mata saya sendiri, di selatan ini ternyata masih banyak sarana ibadah yang masih butuh perbaikan. Oleh karena itu, Pameungpeuk dan sekitarnya perlu mendapat perhatian dari pemerintah untuk dilakukan perbaikan melalui programsarana ibadah dan pendidikan keagamaan lainnya,” papar Ade Kaca.

Ade Kaca mengatakan, Momen reses, menjadi ajang untuk mengawal aspirasi dari masyarakat terutama aspirasi untuk program pro rakyat seperti perbaikan rumah tidak layak huni, sarana ibadah atau semua yang berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan desa atau kecamatan.

“Terlebih lagi insfratuktur dan bangunan pendidikan, home industri, UMKM, sarana ibadah masih banyak yang harus dibenahi,” pungkasnya.

Ade Kaca dala kunjungan kerja dalam rangka reses berkesempatan langsung berdiaog dengan masyarakat untuk menyerap seluruh aspirasi tentang pemberdayaan masyarakat dan obyek wisata yang diwilayah Tarogong Kaler.

Dalam dialog tersebut pada acara reses itu, dirinya mendapat banyak masukan, saran, serta usulan pada jaring aspirasi, diantaranya perlunya penataan para pedagang di lokasi wisata, minimnya pasilitas tempat pembuangan sampah akhir (TPSA), perlunya peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan lingkungan, serta perlunya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) akan ekonomi pariwisata yang mampu berdaya-saing dengan pariwisata lain yang ada di Jawa Barat dan Nasional.

Disampaikan juga pada kesempatan dialog tersebut, objek wisata di kawasan Cipanas, Curug Citiis, dan lainnya di Tarogong Kaler khususnya, akan mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta PAD Kabupaten Garut.

“Sehingga perlu didorong dan didukung oleh masyarakat. Saya hanya bisa menjembatani dan berikhtiar sesuai kapasitas saya selaku anggota dewan. Jika perlu, diadakan study banding dengan kawasan wisata lainnya sebagai tolak ukur pengelolaan dan pengembangannya,” kata Ade.

Jika kawasan wisata dan SDM mulai bangkit, lanjut Ade, hal itu akan menunjang pelbagai aspek, diantaranya perbaikan dalam infrastruktur, kesehatan, dan kesejahteraan.

“Pada kegiatan reses tahun 2020-2021 ini, selain bersilaturahmi untuk menjaring aspirasi, kami pun diamanatkan untuk memfokuskan kegiatan membantu mensosialisasikan Protokol Kesehatan di masa pandemi ini,” pungkasnya.

(3)