Proyek D.I Parung Jebug Desa Cikoneng Kec.Pasirjambu Kab.Bandung, Tidak Jelas, Pendamping Terus Menghindar Dari Media

Pewarta : Tim Liputan

Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,- Melanjutkan pemberitaan Koran SINAR PAGI sebelumnya tentang Proyek saluran air DI Parung Jebug yang dikerjakan dengan mengabaikan UU KIP serta penggunaan material yang diduga tidak sesuai spek.

Proyek saluran air DI Parung Jebug yang diketahui didanai dari Kementerian PUPR, setelah Tim Liputan mencari informasi ke Pemerintah Kabupaten Bandung. Proyek fisik yang juga bertujuan memberdayakan masyarakat desa, anggarannya digelontorkan melalui BBWS, melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sedangkan besar anggaran proyek tersebut sebesar.Rp 225.000.000,- drngan rincian 87% atau Rp 195.000.000,- untuk pembiayaan fisik 13% atau Rp 30.000.000,- untuk penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sebagai wujud pemberdayaan. Luky yang ditunjuk pihak BBWS sebagai tenaga pendamping, sejatinya bertugas mendampingi P3A dalam melaksanakan proyek baik prosedur, aturan serta efektivitas penggunaan anggaran secara transparan. Namun kenyataanya pendamping tidak berjalan sesusai fungsi. bahkan tertutup.

Hal ini juga dikeluhkan masyarakat, juga pihak Pemerintah Desa, kepada Tim Liputan, bahwa pendamping bersikap tertutup mbahkan tidak peduli pada aspirasi warga. Beberapa warga bahkan meminta agar instansi yang berkompeten segera ofmemberikan teguran atau sangsi kepada pendamping tersebut, jika ternyata ada penyimpangan anggaran hendaknya APH harus turun, “ungkap warga.

Pada (04/11/2020) Tim Liputan KSP mengkonpirmasi Luky, pendamping proyek D.I Parung Jebug, Desa Cikoneng, Kec. Pasir jambu, Kab. Bandung, namun hingga berita ini di publish, Luky terus menghindar.

(36)