Www.prakerja.go.id Itu Asli, Hati-hati Beredar link Prakerja.vip Mirip Tapi Palsu

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Pasca-berakhirnya Kartu Prakerja gelombang 10, beredar beragam informasi seputar kelanjutan program Kartu Prakerja. Salah satunya, beredarnya pesan berantai yang menginformasikan bantuan Rp 600.000 Kartu Prakerja dengan menautkan link prakerja.vip. Dengan syarat harus menshare kepada 20 akun atau group prakerja.vip mudah menyebar, padahal akun tersebut bukan akun resmi pemerintah.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah situs Prakerja resmi dan benar hanya https://prakerja.go.id. Selain situs tersebut merupakan situs yang dibuat serupa dengan situs resmi prakerja.go.id. Ia menduga situs prakerja.vip dibuat untuk mengakomodir penyerahan data pribadi, secara cuma-cuma, dari para pendaftarnya.

Kementerian Ketenagakerjaan sudah berupaya memberitahu masyarakat melalui sejumlah akun media sosial resmi yang dikelola Kemnaker, bahwa informasi tersebut hoaks. Namun, pihak-pihak tidak bertanggung jawab juga membuat akun media sosial serupa, seperti misalnya di Telegram.

Ida mengatakan akun Telegram Kemnaker tersebut bukan dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Untuk itu ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati meneruskan informasi dari sana. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa akun media sosial yang dikelola Kemnaker memiliki centang biru atau sudah terverifikasi.

Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com ada aturan di Indonesia untuk domain, web instansi resmi pemerintah itu wajib menggunakan go.id, Go = Goverment, Id = indonesia. Kalau co.id ini utk perusahaan corporate, adalagi or.id ini untuk organisasi, sch.id untuk sekolahan

Kalau ada domain yang aneh, misal nama brand tertentu, tapi domainnya gak umum, itu patut di curigai, misal kompas, harusnya kompas.com, terus kita dapat linknya jadi kompas.site, ini patut dicurigai. Kalau resmi dari pemerintah, harusnya pakai domain .go.id, contoh punya satgas pemerintah covid19.go.id , punya pemprov DKI corona.jakarta.go.id

Kalau aturan domain Id, itu syaratnya ketat, wajib lampir ini itu, kalau domain diluar Id itu bebas bisa dibeli siapa aja tanpa lampir ini itu, makanya patut dicurigai.

(39)