Ketua YPS Akhirnya Menggugat Ketua YNWPS Terkait Pengelolaan Aset Dan Wakaf Pangeran Sumedang

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang – Ketua Yayasan Pangeran Sumedang (YPS), Raden Mochamad Alex, akhir nya melakukan gugatan kepada Raden Lucky Djohari Soemawilaga selaku Ketua Yayasan Nadzir Wakaf Pangeran Sumedang (YNWPS) ke Pengadilan Negeri Sumedang, terkait pengelolaan aset dan wakaf Yayasan Pangeran Sumedang yang kini dikelola oleh Yayasan Nadzir Wakaf Pangeran Sumedang (YNWPS).

Dikatakan Ketua Yayasan Pangeran Sumedang, Alex, gugatan itu dilakukan karena untuk memperjelas kedudukan hukum pengelolaan aset Pangeran Sumedang yang belakangan ini dikelola oleh YNWPS.

“Padahal sejak dulu pengelolaan aset dan wakaf Pangeran Sumedang itu di kelola oleh YPS, dimulai sejak tahun 1955 sesuai akta perdamaian dan pemaspahan”, ujar nya.

Namun, tambah dia, entah kenapa sejak berdirinya YNWPS sekitar tahun 2017 pengelolaan itu tiba – tiba dikuasai oleh YNWPS tanpa ada proses hukum yang jelas sehingga kami merasa aneh dan perlu meluruskan hingga berupaya secara jalur hukum “, ucap nya, kepada koransinarpagijuara.com, di Kantor PN, Selasa, (13/10/20).

Juga diterangkan Alex, bila sebenarnya Ketua YNWPS itu, merupakan Ketua Bidang Wakaf dan Aset di YPS yang kini masih tercantum,

“Tapi entah kenapa kok malah berikutnya mendirikan yayasan tersendiri bernama YNWPS dan mengelola sendiri aset dan wakaf Pangeran Sumedang tanpa konfirmasi terlebih dahulu ke ke pihak YPS”, jelas Alex.

Semestinya, tambah nya, bila YNWPS ingin mengelola aset dan wakaf Pangeran Sumedang, harus melakukan langkah – langkah hukum yang jelas,

“Jangan main serobot, harus ada etika lah. Karena YPS kan belum dilikuidasi, kan masih aktif selama ini “, ucap Alex lagi.

Sebenar nya, kata Alex, diantara kami ini masih ada ikatan saudara. Namun gugatan ini perlu dilakukan karena selama ini kami sudah berupaya mengingatkan secara lisan dan tertulis ke pihak YNWPS, agar segera mengembalikan pengelolaan aset dan wakaf Pangeran Sumedang ke YPS,

“Namun upaya itu tidak ditanggapi, akhir nya kami menempuh jalur hukum dengan mendaftarkan gugatan di PN Sumedang”, tandas nya.

Menanggapi gugatan dari Ketua YPS, Raden Lucky Djohari Soemawilaga menyatakan bila hal ini justru merupakan kesempatannya untuk memperjelas kedudukan wakaf.

“Saya kira ini satu kesempatan bagi kami, bagaimana wakaf Pangeran Soeria Atmadja itu kita jelaskan dan terangkan, harus duduk tunduk kepada aturan wakaf”, jelas nya

Seperti diketahui bersama, tambah nya, aturan wakaf itu sudah diatur dalam Undang – Undang Wakaf No.41 tahun 2006,

“Tentunya itu yang kita lakukan selama ini dari tahun 2007 awal sampai tahun 2017 sebetulnya sudah selesai dari sisi konteks hukum wakaf. Mudah – mudah ini ada titik terang lah, argumentasi wakaf itu harus sesuai ketentuan aturan Undang – Undang Wakaf nya, itu yang kami lakukan”, tambah nya.

Saat ditanya wartawan, apakah pengelolaanya dari YNWPS akan dikembalikan lagi ke YPS, Lucky menyatakan,

“Saya kira bukan begitu, justeru kami berharap, kepada seluruh pihak termasuk keluarga besar. Saya sendiripun sebagai keluarga besar dan ahli waris dari pewakif ingin menyatakan bahwa, wakaf ini harus tunduk kepada aturan wakaf”, tandas nya.

“Jadi Yayasan Nadzir Wakaf Pengeran Sumedang itu adalah hasil produk hukum wakaf yang harus kita patuhi dan hormati. Itu yang saya ingin jelaskan biar paham seluruh pihak”, tandas nya lagi.

(315)