Zulfikar Pejuang Guru

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Pengurus Besar PGRI)

Adalah Ketua PGRI Kota Banda Aceh bernama Zulfikar seorang pejuang guru. Ia adalah seorang pejuang guru dengan portofolio perjuangan di PGRI sejak di ranting SMAN 6 Banda Aceh. Setelah menjadi Ketua Ranting Ia pun terpilih sebagai Ketua Cabang Meuraksa. Tidak sampai di Ketua Cabang Ia pun menjadi pengurus PGRI Kota Banda Aceh.

Kini sosok Zulfikar menjadi Ketua PGRI Banda Aceh. Sungguh sebuah rambatan karir yang luar biasa dalam kepengurusan organisasi profesi guru. Pengalaman menjadi anggota PGRI, Ketua Ranting, Ketua Cabang dan Ketua PGRI tingkat Kota tentu akan sangat penuh dinamika. Menjadi Ketua PGRI tingkat kota dan kabupaten bagaikan seorang “doktor PGRI.”

Ketua ranting bagaikan ujian S-1, Ketua Cabang bagaikan ujian S-3 dan menjadi Ketua PGRI tingkat Kota bagaikan ujian S-3 di PGRI. Siapa saja yang pernah menjadi Ketua PGRI yang merambat dari bawah sungguh sangat baik. Akan sangat baik memahami dinamika dan kebatinan para guru yang paling genuine. Di rantinglah sesungguhnya para guru merasakan beragam pengalaman.

Bagi para pengurus PGRI yang pernah menjadi Ketua Ranting sungguh akan sangat mengetahui persis bagaimana aspirasi dan bahkan respon terhadap iuran PGRI. Iuran PGRI itu mulai mengalir dari ranting sekolahan. Dari rantinglah iuran PGRI mengallir sampai ke PB PGRI. Berkat jasa ribuan ranting di seluruh Indonesia PGRI terus bergerak dengan segala keterbatasannya.

Sahabat pembaca sangat sedikit para kepala sekolah jenjang SMA yang mau aktif berpayah-payah menjadi pengurus atau Ketua PGRI. Kebanyakan para kepala SMA lebih asyik mengurus sekolahan dan “mengelola” BOS daripada berpayah-payah mengurus PGRI yang tidak ada upahnya. Sosok Zulfikar bagaikan pedang yang menebas kemalasan mengurus PGRI bagi para kepala sekolah.

Sosok Zulfikar telah menjadi contoh seorang Kepala Sekolah yang bisa aktif di PGRI. Sebagai Kepala SMAN 15 Adidarma Banda Aceh tentu Ia akan sangat sibuk. Sibuk mengurus sekolah sebagai manager dan sibuk mengurus PGRI Kota Banda Aceh sebagai Ketua. Semoga para kepala sekolah, khusus jenjang SMA/SMK bisa mencontoh sosok Zulfikar.

Mengurus PGRI adalah amanah UURI No 14 Tahun 2005 dan mengurus sekolah pun adalah manah dari peraturan pemerintah. Keduanya penting bagi kemajuan bangsa dan negara. Mengurus PGRI adalah memperjuangkan nasib para guru. Mengurus sekolahan adalah memperjuangkan nasib masa depan anak bangsa.

Beruntung sekali sosok Zulfikar sebagai Ketua PGRI Banda Aceh dan sebagai kepala sekolah. Mengapa beruntung? Karena setiap hari Ia dikelilingi para guru sebagai anggota PGRI. Ia melekat dekat dengan guru anggota PGRI yang menjadi layanan perjuangannya.

Selamat berjuang Bapak Zulfikar, pahit manis mengurus organisasi adalah bagian dari sebuah ujian dedikasi. Sabralah bila para guru lebih kuat tuntutan dan protesnya dibanding partisipasi dan kontribusi pemikirannya untuk organisasi. Tidak sedikit para guru yang modusan terhaap PGRI, namun tidak sedikit pula guru-guru yang kontributif pada PGRI. Selamat berjuang !

(82)