Kurang lebih 10 Tahun Pengerukan Alur Muara Tidak Ada Hasil, Penambangan Pasir Terus Berjalan

Pewarta : Sermon S

Koran SINAR PAGI, Bangka,- Masyarakat Nelayan Sungailiat melakukan Aksi demo kekantor Gubenur Bangka Belitung untuk menyampaikan unek – unek dan aspirasi , nelayan yang merasa terbohongi oleh PT.Pulomas sentosa dalam pengeruk alur muara pelabuhan air kantung Sungailiat ,Rabu (23/09/2020).

Dalam orasinya ,Tomy Suparman menyampaikan bahwa dia murni anak nelayan dan pekerjaannya pun nelayan sambil menunjukkan Karta nelayanya,

Tomy Suparman menyampaikan bahwa ,selama kurang lebih 11 tahun PT.Pulomas sentosa dengan dasar pengerukan alur muara mangambil dukungan tanda tangan dari kami nalayan untuk pengerukan alur muara sampai kekolam PPN Sungailiat,

Tapi Faktanya hari ini dilapangan PT.Pulo mas hanya mengelabui kami nelayan selama 11 tahun ini

Tidak ada normalisasi yang terarah yang kami lihat kinerja Pulomas sentosa sampai saat ini.

Dengan pendangkalan alur muara air kantung Sungailiat , sudah banyak musibah musibah terjadi di muara tersebut kurang lebih sekitar 30 unit perahu nelayan pecah dibibir muara air kantung Sungailiat tersebut,

Lanjut Tomy, Ditengah pandemi covid -19 maka kami juga terbatas orangnya untuk demo.

“Hari ini kami sudah sangat gerah dengan janji- janji PT.pulo mas ” tandas Tomy dengan nada keras ,

Sementara otak kami yang bodoh ini berpikir , ini pengerukan alur muara sementara mereka melakukan penambangan pasir ditengah sana diduga diluar SK mereka ,sementara Alur muara sama sekali tidak terselesaikan ataupun dikeruk,

Hati kamipun bertanyak tanyak , sebetulnya pemerintah Daerah baikpun pemerintah kabupaten adakah memikirkan nasib kami nelayan ini ? Tandas Tomy

Tambahnya , menurut Tomy pekerjaan yang ada di Nusantara ini kami rasa kami nelayanlah yang mempunyai tarap hidup yang kecil,

Jadi tolonglah bukalah hati nurani, kami pun punya hak yang sama dan ingin hidup damai dan ingin hidup lebih baik, tapi dengan adanya posisi alur muara seperti ini untuk mencari sesuap nasi pun kami susah , bahkan kami masih berutang kepada tokeh-tokeh kami,

Jadi kami mohon kepada Gubernur Bangka Belitung tolong perhatikan ini ,jangan sampai nanti kami melakukan tindakan anarkis dilapangan main bakar – bakaran ,karna selama ini tidak ada respon ataupun tanggapan baik dari propinsi maupun dari pemerintah Kabupaten , nah malah bupati telah memberikan ijin kembali, sementara tidak mengoreksi dilapangan betulkah kerja Pulomas sentosa hari ini?

Jadi ada apa ? Ataukah pemerintah hanya memikirkan pendapatan daerah saja? Sementara nasib kami tidak pernah dipikirkan ? Kami berharap aspirasi kami hari ini bisa diterima dan ditanggapi, tandas Tomy.

Sementara aksi demo dari masyarakat nelayan Sungailiat disambut baik oleh Asisten tiga bagian Ekonomi dan pembagunan, Dia menjelaskan bahwa saat ini kebetulan Gubernur dan sekda propinsi lagi dinas luar ke kota Medan, kami minta maaf ,bukan gak mau nemuin tapi karna lagi tugas keluar daerah Medan imbuhnya,

Ditambahkannya ,kami tidak tinggal diam ,apalagi itu untuk kepentingan masyarakat banyak, nanti akan kami sampaikan ke pak Gubernur kalau beliau sudah Pulang,dan kalau mau disampaikan secara tertulis boleh juga atau yang disampaikan tadi merasa cukup nanti pasti kami sampaikan,tandasnya.

(17)