Ini Yang Disampaikan Fraksi Gerindra Terkait Pandangan Umum Fraksi di Rapat Paripurna DPRD

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab Sukabumi – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Agus Zen Nurahray, menyoroti tiga poin penting atas pandangan umum fraksi yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat ditengah pandemi Covid-19, yang harus dijalankan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Paripurna lanjutan, dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi anggota DPRD atas nota penyampaian Bupati terhadap Raperda tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2020 di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, Jumat (18/9/2020).

“Terkait pendidikan, dengan tidak meratanya pembelajaran siswa melalui teknologi digital dalam keadaan pandemi Covid-19 ini, seharusnya Pemkab bisa menyediakan akses signal internet. Juga seluler ke semua pelosok daerah Kabupaten Sukabumi,” ujar Agus, kepada awak media saat ditemui, usai Rapat Paripurna.

Politisi Partai Gerindra itu pun mengatakan, selain itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi juga harus meyediakan gadget ataupun semacam aplikasi ZOOM untuk para siswa melakukan belajar daring (online) atau luring (luar jaringan).

“Fraksi Gerindra memandang perlu Pemkab melalui Dinas Pendidikan, untuk segera menyiapkan infrastruktur medium pembelajaran berbasis teknologi IT dan ilmu pengetahuan. Agar kegiatan belajar mengajar anak didik berjalan sesuai yang diharapkan,” terangnya.

Adapun, poin kedua perihal kesehatan, Agus meminta Pemkab Sukabumi harus memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan sebagai bentuk kemanusiaan yang sesungguhnya.

“Dalam hal ini, Pemerintah harus tegas dan disiplin memberikan edukasi dan sosialisasi kesehatan. Serta menyediakan infrastruktur kesehatan di wilayah-wilayah di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

Sementara, poin ketiga tentang kesejahteraan masyarakat, dirinya pun menekankan kepada Pemda harus segera menyusun skema pemulihan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Salah satunya, mendorong UMKM dan Koperasi serta menciptakan ketahanan pangan di masyarakat.

“Bisa dengan melakukan pemberdayaan kepada masyarakat petani, nelayan, buruh dan lapisan masyarakat lainnya. Melalui bantuan pelatihan atau permodalan yang bersifat padat karya untuk membantu masyarakat yang berada di level bawah,” pungkasnya.

(6)