Mangga Pondohboko Temuan Putera Sumedang Bakal Ditanam Di Pesisir Waduk Jatigede, Berharap Dongkrak Destinasi Wisata

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang – Bibit mangga unggulan yang diprediksi bakal menjadi pilihan utama para penikmat buah mangga, dari varietas “Miyazakiwa-Do” asal negeri Sakura Jepang menurut rencana bakal ditanam didua wilayah desa pesisir bendungan Jatigede. Penanaman itu berada di Dusun Cipondoh Desa Pawenang, Kecamatan Wado, dan Dusun Ciboboko Desa Mekar Asih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang bertepatan dengan HUT RI ke – 75, pada Selasa, 17 Agustus 2020.

Hal itu dikemukakan oleh Slamet Prihadi yang akrab dipanggil Bah Slamet juga merupakan Pengurus Koperasi Agribisnis Tembong Agung (KATA), kepada koransinarpagijuara.com, melalui WhatsApp (WA), Kamis, (6/8/20).

“Bibit mangga itu merupakan temuan putera Sumedang asli asal Wado, bernama Dr. Ir. Surahman, M.Tech, M.Eng yang juga merupakan Direktur PT. Waskita Wado Energi, dengan cara mengawinkan mangga Miyazaki dari Jepang yang merupakan mangga termahal di Dunia dengan Mangga Gedong Gincu dari Sumedang”, terang nya.

Kedua varietas itu, tambah dia, merupakan jenis mangga unggulan sehingga diprediksi kedepan bakal menghasilkan buah mangga yang juga berkelas.

“Tanam bibit perdana ini akan dilakukan di daerah Cipondoh dan Ciboboko, sehingga nantinya diharapkan akan dikenal dengan sebutan mangga “Pondohboko”, tandas nya.

Penanaman uji cobanya, tambah Slamet, akan dilakukan Bunda Eni ( Eni Sumarni ), anggota DPD – RI periode 2019 – 2024 asal Situraja , saat HUT RI, 17 Agustus ini, juga bersama Mantan Kadis Perikanan dan Peternakan Ade Guntara Ardi. Juga Kompol (Purn) Setya Widodo, Radia Anom Raden Lucky Soemawilaga, dan H. Ade Gozali”, terang nya.

Pertama, terang nya lagi, penanaman itu akan dilakukan di Cipondoh Pawenang Wado, berikut nya beralih ke daerah Ciboboko, Desa Mekar Asih, Jatigede.

Sebelumnya, tambah dia lagi, telah dilakukan penanaman bibit mangga MGB (Em-Ji-Bi – red) singkatan dari Mangga Gedong Burahay yang telah di patent kan namanya di Kemenkumhan RI pada Bulan Desember 2019 oleh bapak Surahman dan sudah ditanam di Desa Jembarwangi, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang Jawa Barat,

“Penanaman percontohannya sudah dilakukan sejak bulan Januari 2020 yang lalu”, jelas nya.

Uji coba penanaman Mangga Pondohboko ini, kata Slamet, diharapkan akan dapat menghasilkan Varietas Mangga Premium yang dihasilkan dari daerah sekitar Waduk Jatigede, sehingga kelak daerah tersebut akan dapat menjadi daerah Eco-Wisata yang akan mendukung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),

“(Dan) hingga nantinya diharapkan akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupatem Sumedang” ujar Slamet.

Tidak terlepas dari itu, lanjut dia, kini bapak Surahman pun telah berhasil menciptakan formula Pupuk Organik Cair (POC) yang diberinama POC Kabuyutan Sumedang Larang yang merupakan hasil pengolahan sampah buah-buahan dari Pasar Induk, menjadi produk Pupuk Organik Cair dengan hasil yang tidak kalah dengan produksi POC yg beredar di pasaran, sesuai hasil Test dari Laboratorium PPBBI (Pusat Penelitian Bioindustri dan Bioteknologi Indonesia) di Bogor.

“Semoga saja penemuan – penemuan Kang Surahman dapat bermanfaat dan berdaya guna buat masyarakat Sumedang, khususnya masyarkat yang terkena dampak (OTD)”, harap nya.

Pos terkait

banner 468x60